Kilas Balik Proton Savvy, Mobil Malaysia dengan Mesin Renault dan Sasis Lotus

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proton Savvy. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proton Savvy. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Proton Savvy menjadi salah satu mobil Malaysia yang meninggalkan kesan unik di pasar Indonesia. City car lima pintu ini mengusung desain hasil rancangan sendiri, lengkap dengan kap mesin bergaya clamshell. Bagian menariknya tersimpan di balik kap tersebut, berupa mesin buatan pabrikan Prancis, yakni Renault.

Mesin yang dipakai berkode D4F berkapasitas 1.2 liter dengan konfigurasi empat silinder 16 katup. Tenaganya mencapai 75 dk dan torsinya 105 Nm, angka yang tergolong besar untuk mobil di kelasnya pada masa itu.

Menurut Paultan, unit yang sama dipakai Renault untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo. Transmisi manual lima percepatannya juga dipinjam langsung dari Clio. Disusul varian bertransmisi Automated Manual Transmission (AMT) Magneti Marelli Quickshift 5 beberapa bulan setelah peluncuran.

Jawaban atas pemakaian mesin tersebut berakar pada kondisi Proton sebelum Savvy lahir. Pabrikan asal Malaysia itu mengandalkan Mitsubishi sebagai pemasok teknologi sejak berdiri pada tahun 1983.

Renault Clio. Foto: Dok. Car Checker

Proton kemudian beralih menggandeng PSA, induk Peugeot dan Citroën, lewat kesepakatan transfer teknologi. Hasilnya berupa Proton Tiara yang meluncur pada tahun 1996 sebagai Citroën AX dengan sentuhan ulang bermesin 1.1 liter TU.

Tiara berhenti diproduksi pada tahun 2000 dengan catatan penjualan yang jauh dari harapan. Kerja sama dengan PSA ikut berakhir dan kondisi tersebut meninggalkan Proton tanpa pijakan di segmen mobil kecil.

Pengembangan mobil penggantinya berjalan dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platformnya digarap di dalam perusahaan, sementara urusan dapur pacu diserahkan ke pemasok luar yang sudah teruji di pasar Eropa.

Langkah tersebut memangkas ongkos dan waktu pengembangan mesin baru yang menuntut biaya riset besar. Mesin D4F sendiri sudah lebih dulu dipakai di berbagai model Renault dan Dacia sejak awal era 2000-an.

Perodua Myvi. Foto: Dok. Wikimedia Commons

Sentuhan Eropanya tidak berhenti pada mesin. Sasis Savvy mendapat penanganan dari para insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton.

Jejak Renault turut terbaca di dalam kabin lewat penempatan tuas transmisi mundur di posisi kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola tersebut lazim dipakai mobil-mobil Eropa sejak pertengahan tahun 1990-an.

instagram embed

Savvy sendiri dipasarkan di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia (PEI) dengan pilihan transmisi manual dan AMT. Dalam kiprahnya, mobil itu sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007. Pada masanya, Savvy bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto.

Sayangnya, eksistensi Savvy di Tanah Air tak berlangsung lama. Produksinya dihentikan pada tahun 2011 seiring dengan penjualannya di Negeri Jiran yang tergerus oleh Perodua Myvi.