Mengapa Pemilik Mobil Ini Rela Habiskan Hampir Rp 100 Juta Cuma Buat Audio?

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung di acara Audison Experience Day bersama Sterindo Autosound di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung di acara Audison Experience Day bersama Sterindo Autosound di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Bagi sebagian pemilik mobil, sistem audio bawaan sebenarnya sudah cukup untuk menemani perjalanan sehari-hari. Musik bisa diputar, suara terdengar jelas, dan kebutuhan hiburan selama mengemudi pun sanggup terpenuhi.

Di sisi lain, bagi mereka yang mulai memperhatikan karakter suara, sistem audio standar rasanya belum cukup. Perbedaan karakter vokal, dentuman bass, sampai detail suara instrumen bisa menjadi alasan untuk menggunakan perangkat audio aftermarket.

Hal tersebut dirasakan Yos, salah satu pemilik mobil yang sudah menghabiskan hampir Rp 100 juta untuk meningkatkan audio mobil kesayangannya. Avanza lansiran tahun 2026 menjadi mobil keduanya yang mendapatkan sentuhan audio aftermarket. Sebelumnya, ia melakukan modifikasi serupa pada Honda Brio yang menghabiskan lebih dari Rp 50 jutaan.

Bagian tweter (atas) dan midrange (bawah) dalam sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Saya tadi beli paket audio yang harganya sekitar Rp 40 jutaan. Audio bawaan mobil sebenarnya sudah oke, ya cuma minim lah, standar kuping kan beda-beda. Saya cari oke," ujarnya kepada kumparan saat ditemui dalam acara Audison Experience Day di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Yos bukanlah orang yang sekadar ingin membuat sistem audio mobilnya terdengar lebih keras. Ia sudah lama menjadi penghobi audio, bahkan turut meningkatkan audio di rumahnya lewat tambahan beberapa speaker merek ternama. Kegemarannya tersebut membuat kualitas suara menjadi salah satu hal yang ia perhatikan ketika berada di dalam mobil.

Adapun, sistem audio yang diboyong Yos meliputi speaker Audison APK 165 dan APX 6.5, prosesor Alpine PXE-R101-8EV, amplifier DP 1.500, subwoofer Audison APS 8D, serta beberapa perangkat tambahan lainnya.

Ilustrasi paket sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Audio bawaan itu midbass terdengar di bawah dan kurang naik. Saya mencari karakter vokal yang jelas, bass, dan petikan-petikan alat musik karena suka dengerin musik jazz," imbuhnya.

Menariknya, perangkat audio tersebut tidak dipasang untuk menunjang perjalanan sehari-hari. Yos lebih sering menggunakan Avanza miliknya pada akhir pekan. Karena itu, sistem audio yang terpasang menjadi salah satu cara untuk menikmati perjalanan sekaligus menyalurkan hobinya terhadap musik.

Yos mengaku sebelum mendatangi acara itu, ia lebih dulu melihat video ulasan di media sosial menggunakan headset. Setelah beberapa kali menyimak, ia lalu tertarik datang untuk mendengarkan kualitas suaranya secara langsung sebelum memantapkan pilihan.

"Alasan saya menghabiskan uang segitu buat audio mobil untuk menghilangkan kejenuhan kerja, kepuasan pribadi juga, selain Sabtu dan Minggu saya nggak pakai mobil. Kadang hari Jumat kalau kerjaan lagi ruwet, saya berangkat ke Puncak jam 10 malam, jam 6 sudah pulang lagi," tutupnya.