Mobil Kelar Dipoles Tapi Cepat Kusam Lagi, Apa Penyebabnya?

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil yang selesai diamplas sebelum masuk ke tahap poles. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil yang selesai diamplas sebelum masuk ke tahap poles. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Poles mobil kerap dianggap solusi instan untuk mengembalikan tampilan bodi yang kusam. Tidak sedikit pemilik yang mengeluh, hasil poles yang baru dikerjakan justru membuat cat mobil cepat pudar, bahkan dalam hitungan minggu.

Arfan Maulana, Kepala Bengkel Scuto Paint Condet, mengatakan bahwa daya tahan hasil poles sebenarnya sangat bergantung pada kondisi lapisan pernis atau clear coat di permukaan bodi. Semakin sering mobil dipoles, lapisan justru akan semakin menipis.

"Kalau mobil keluaran baru dicat dan dipoles, hasilnya akan bertahan lama karena lapisan pernis di bagian luarnya masih tebal. Untuk mobil yang sudah cukup umur, yang pernisnya sudah tipis karena sering dipoles, memang tidak akan bertahan lama sebelum kusam lagi," ujarnya saat ditemui kumparan di Condet, Jakarta Timur, Senin (7/9).

Mobil yang selesai diamplas sebelum masuk ke tahap poles. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Arfan bilang, mobil dengan lapisan pernis yang sudah sangat tipis, hasil polesnya bisa kusam lagi hanya dalam waktu sekitar 2-3 bulan. Kondisinya berbeda pada mobil keluaran baru dan dirawat dengan benar. Menurut Arfan, gloss hasil poles pada mobil semacam ini mampu bertahan 8-10 bulan, bahkan hingga 2 tahun jika mobil jarang dipakai dan disimpan dengan baik.

"Kalau tiap hari dipakai, sering lewat kemacetan dan polusi, hasilnya beda. Kita bisa ambil standarnya sekitar 6 bulan untuk kondisi pemakaian normal," lanjutnya.

Lantas bagaimana jika mobil baru saja dipoles dan dalam hitungan minggu sudah kusam kembali? Arfan menyebut dirinya belum pernah menemui kasus semacam itu pada mobil dengan kondisi cat yang sehat.

Proses pengamplasan dalam poles mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Kalau memang terjadi, mobil baru dipoles lalu cepat kusam lagi, berarti masalahnya ada di kualitas obat polesnya. Obatnya kurang bagus, bahkan bisa dibilang tidak bagus. Kalau obatnya bagus tapi tidak memberi hasil maksimal, minimal kondisinya kembali seperti sebelum dipoles. Kalau malah jadi tambah kusam, berarti obatnya justru merusak," paparnya.

Arfan menegaskan, poles hanya efektif untuk memperbaiki kerusakan permukaan berupa lecet dan baret halus yang belum mengenai lapisan cat dasar. Para bengkel biasanya menyebutnya baret yang belum 'kena kuku'. Kerusakan seperti penyok atau bagian yang catnya sudah hilang sama sekali tidak bisa diatasi lewat proses poles.

Banyak orang juga masih menyamakan poles, wax, dan coating sebagai satu hal yang sama. Ketiganya sebenarnya berbeda tahap dan fungsi. Wax merupakan bagian dari proses poles yang biasanya diaplikasikan di tahap akhir. Coating adalah lapisan tambahan yang baru diberikan setelah proses cat dan poles rampung.

Proses detailing dalam poles mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Soal perawatan, Arfan mengingatkan agar pemilik mobil tidak terlalu sering memoles atau mem-wax kendaraannya, sebab justru bisa mempercepat penipisan lapisan pelindung bodi.

"Obat poles dan wax kalau di tangan yang tepat mungkin bermanfaat, kalau nggak tepat efeknya buruk. Mentang-mentang nge-wax jadinya bening, sering-sering aja kita wax gitu, tapi ternyata obat ini lama-lama akan memakan cat, terlalu sering dipakai," ucapnya.

Ia menyarankan pewaratan setelah poles atau coating dilakukan setiap enam bulan sekali. Selain itu, mobil sebaiknya diparkir di tempat teduh dan segera dibilas setelah terkena hujan maupun kotoran burung. Kedua hal itu mengandung zat yang bisa merusak lapisan pernis dalam waktu singkat.