Mobil Proton Bekas Masih Menggoda, Ketahui Penyakit dan Kelebihannya

Mobil Proton lawas masih memiliki peminat di Indonesia, meski merek asal Malaysia tersebut sudah tidak lagi eksis di sini. Sebagian pemilik mempertahankan mobilnya karena dinilai nyaman, punya fitur yang cukup lengkap, serta harga bekasnya relatif terjangkau.
Kemal, pemilik Bengkel Proton Centre Jatiasih, mengatakan bahwa bengkelnya hingga kini banyak menerima permintaan servis berbagai model Proton. Ia sendiri sudah mengenal mobil Proton sejak bekerja sebagai mekanik di Cikarang pada tahun 2008 dan kemudian membuka bengkel pribadi pada tahun 2017.
Bagi Anda yang tertarik meminang Proton bekas, Kemal berbagi cerita sesuai pengalamannya terkait kelebihan dan penyakit kendaraan merek tersebut yang perlu diantisipasi.
Proton Exora
Pertama Proton Exora, menjadi salah satu model yang paling sering masuk ke bengkel Kemal. MPV ini memiliki kapasitas kabin yang cukup besar sehingga menjadi salah satu alasan para pemilik masih mempertahankannya.
"Exora poin plusnya banyak, lega banget, dulu saingannya Innova. Saya pernah muat 13 orang. AC-nya dingin karena triple blower, mesin dan kaki-kaki juga bandel. Penyakit utama sih umumnya mobil tua saja, bagian perkabelan," ujarnya kepada kumparan, Senin (31/8).
Proton Saga
Proton Saga memiliki karakter yang berbeda dibandingkan Exora. Kemal mengatakan model banyak digunakan untuk armada taksi, terutama di area bandara. Ia merekomendasikan model ini untuk orang yang tidak fokus pada kebutuhan keluarga saat mencari mobil.
"Kalau Saga itu penjualannya 50 persen buat taksi karena kelebihannya kuat dan irit. Penyakitnya sama saja bagian perkabelan. Kalo mau mobil harian ambil ini, asal jangan bekas taksi karena kabelnya pasti sudah dioprek,โ tuturnya.
Proton Savvy
Proton Savvy menjadi salah satu model yang memiliki karakter berbeda karena menggunakan mesin Renault. Mobil ini mengusung transmisi yang cukup unik karena menggunakan sistem automated manual transmission.
"Kalau Savvy itu dia beda karena pakai mesin Renault. Penyakitnya sering di bagian sensor matik, kalau rusak mahal sekitar Rp 22 juta satu set. Saya jarang terima Savvy karena mahal, nggak nyetok spare part-nya juga,โ lanjutnya.
Proton Persona
Proton Persona hadir sebagai sedan kompak yang menyasar konsumen pengguna mobil harian. Model ini menjadi salah satu pilihan Proton di pasar mobil bekas karena harganya kini sudah jauh lebih terjangkau dibandingkan ketika pertama kali dijual saat itu pada tahun 2008 sekitar Rp 131-140 juta.
"Model ini tuh sedan kompak dengan teknologi Lotus. Penyakit Proton sebenarnya sama saja, perkabelan. Kalau ruwet sedikit risiko kebakarnya tinggi. Murah juga bekasnya sekitar Rp 40 jutaan," katanya.
Proton Gen 2 Hatchback
Mobil ini menjadi salah satu model yang masih memiliki peminat karena harga dan biaya kepemilikannya relatif terjangkau. Basis mesinnya pun ikut menggunakan CamPro 1.600 cc sama seperti Exora dan Satria Neo.
"Ini pajak murah, di bawah Rp 1 juta. Dari dulu sampai sekarang masih tren, banyak dipakai ibu-ibu buat antar anak sekolah. Penyakitnya itu masih sama kabel-kabel,โ sebutnya.
Proton Satria Neo
Proton Satria Neo merupakan salah satu model dua pintu yang cukup menarik perhatian. Mobil ini juga cukup dikenal di kalangan pengguna yang gemar memodifikasi kendaraan untuk kebutuhan performa, terutama versi R3.
"Nah kalau ini model dua pintu paling murah di kelasnya. Di sini banyak dipakai buat balapan, seperti di Medan, soalnya mesin mudah dioprek. Mesin persis kayak Exora, tapi bodi aerodinamis. Kekurangannya balik lagi bagian kabel," terangnya.
Proton Preve dan Suprima S
Proton Preve dan Suprima S merupakan dua model yang berada di kelas lebih tinggi dibandingkan beberapa Proton lawas lainnya. Keduanya memiliki fitur yang lebih lengkap, termasuk sejumlah perangkat keselamatan dan transmisi CVT, populasinya di Tanah Air cukup jarang.
"Kedua ini kelas premiumnya Proton, interior seperti Mercedes-Benz lah. Sudah punya airbag tujuh titik, sensor-sensor lengkap, transmisi CVT halus, dan ada turbo juga. Penyakit yang dikeluhin sama saja, kabel-kabel," ungkapnya.
Bisa disimpulkan, mayoritas mobil Proton punya satu kekurangan yang sama, yakni sistem perkabelan. Di sisi lain, Kemal menyampaikan selama ini lebih banyak menerima servis rutin, tidak ada keluhan kerusakan yang berat, kecuali konsumen yang mobilnya terendam banjir.
Selain itu, ada beberapa model yang memakai basis mesin yang sama. Hal ini membuat perawatannya lebih mudah, termasuk ketersediaan spare part substitusi yang disebutkan Kemal bisa menggunakan dari merek mobil lain di pasaran.
