Onderdil Toyota Kijang Kapsul Mulai Langka, ECU Tembus Rp 12 Juta

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Kijang Kapsul Berodometer 25 Ribu. Foto: dok Freundwagen
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Kijang Kapsul Berodometer 25 Ribu. Foto: dok Freundwagen

Ketersediaan onderdil menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil lawas. Seiring bertambahnya usia kendaraan, sejumlah komponen mulai sulit ditemukan karena sudah tidak lagi diproduksi. Kondisi tersebut ternyata mulai terjadi pada Toyota Kijang berbagai generasi.

Fujianto, pemilik toko Saudara Motor, mengatakan bahwa permintaan suku cadang mobil Toyota lawas di tokonya masih cukup banyak. Sejumlah konsumen yang datang mencari untuk mobil keluaran tahun 1973 sampai 2000-an awal.

"Toyota tahun 80-an udah mulai susah, bagian mesin-mesin sih nggak susah, bodi agak susah. Kalau bodi Kijang ori ya susah, imitasi masih gampang-gampang saja. Di sini saya fokus jualan spare part, bodi-bodi nggak jual," ujarnya saat ditemui kumparan di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).

Toko Saudara Motor di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia bilang, tidak semua komponen genuine parts Kijang kotak maupun kapsul saat ini tersedia di pasaran sebab sudah banyak barang yang sudah tidak diproduksi dari pabrikan, termasuk bagian bodi seperti lampu depan.

Komponen lain yang cukup sulit dicari adalah Electronic Control Unit (ECU). Bagian ini digunakan pada Kijang lansiran tahun 2000-2004 yang sudah mengandalkan sistem injeksi (EFI) dan kini harganya sudah melambung tinggi.

"Paling susah komputernya (ECU), itu harganya termasuk harga gelap. Sekalinya ada pasti nggak masuk akal, dua sampai tiga kali lipat harga resmi, sekitar Rp 9 juta sampai Rp 12 juta," tambahnya.

Tak hanya Kijang klasik, Fujianto menuturkan sejumlah konsumen lain masih banyak yang datang untuk membeli spare part Toyota lawas lainnya, mulai dari Starlet, Great Corolla, Corolla DX, Hardtop, sampai Land Cruiser.

Toyota Kijang gen 3 yang pertama kali diekspor ke Brunei Darussalam. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Adapun, beberapa komponen yang biasanya dicari adalah bagian master rem, piston, dan ring piston. Ia mengatakan, pemilik mobil Toyota lawas sebaiknya membawa contoh komponen saat mencari pengganti karena banyak kendaraan keluaran lama yang sudah mengalami pergantian komponen dari kondisi aslinya.

"Memang hampir semua (pedagang spare part Toyota) bisa cek stok Auto2000 secara online tanpa harus tanya dulu. Setiap toko ada akses sendiri-sendiri," imbuhnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Fujianto menyebut sekitar 40 persen konsumennya datang mencari onderdil untuk Toyota lawas. Sementara itu, 60 persen lainnya mencari komponen untuk model yang lebih baru, terutama Avanza dan Innova.