Proton Exora 17 Tahun Masih Tangguh, Pernah Tempuh 2.400 Km Seminggu

Proton Exora milik Rakhmad Hamira sudah menemaninya selama sekitar delapan tahun untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas keluarga hingga membawa berbagai muatan. Selama digunakan, MPV lansiran tahun 2009 tersebut ternyata juga pernah diajak menempuh perjalanan jauh hingga hingga ribuan kilometer.
Salah satu perjalanan terjauhnya dilakukan menuju Cianjur. Perjalanan tersebut ditempuh dalam kondisi mobil yang menggunakan AC terus menerus. Ia menuturkan mobil besutan Malaysia itu tetap aman diajak menjelajah jarak jauh, meski usianya sudah 17 tahun.
"Itu perjalanan paling jauh baru ke Cianjur. Itu dalam satu minggu, berapa tahun yang lalu itu, dua kali dalam satu minggu sekitar 2.400 kilometer," kata Rakhmad saat dihubungi kumparan Rabu (9/9).
Selain perjalanan jauh, Rakhmad juga pernah menguji kemampuan Exora saat melaju di jalan tol. Ia menyebut mobil tetap terasa stabil ketika kecepatan dinaikkan hingga 140-150 km/jam.
Menurut Rakhmad, kestabilan tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya nyaman membawa Exora dalam perjalanan jarak jauh. Ia menilai karakter pengendalian mobil cukup terasa ketika digunakan pada kecepatan tinggi.
"Itu karena kestabilan dari handling by Lotus yang dipakai di Proton Exora, membuat berkendara dan bermanuver pun juga aman dan nyaman. Saat perjalanan di tol itu sangat anteng, nggak goyang-goyang melewati jalanan yang nggak rata," jelasnya.
Selama menggunakan Exora, Rakhmad mengaku belum pernah mengalami kendala besar yang membuatnya kapok membawa mobil tersebut bepergian jauh. Beberapa perbaikan memang pernah dilakukan, tetapi setelah ditangani mobil kembali digunakan seperti biasa.
Menurutnya, pada tahun pertama pemakaian ia justru sengaja menggunakan mobil semaksimal mungkin untuk mengetahui bagian apa saja yang perlu diperbaiki. Cara tersebut dilakukan agar berbagai masalah pada mobil bisa diketahui dan ditangani sejak awal.
"Selama menggunakan Exora kalau ada kerusakan masih bisa diatasi bengkel di sekitar (daerah Gunung Kidul, Yogyakarta). Mesin Proton sangat banyak persamaan. Di komunitas kami juga sering berbagi informasi tentang spare part," lanjut Rakhmad.
Salah satu contohnya terjadi ketika Rakhmad sempat kesulitan memasukkan gigi pada Exora. Setelah diperiksa, masalah tersebut ternyata hanya berasal dari master kopling yang kemudian diganti menggunakan komponen Toyota Corolla atau Starlet.
Komponen bisa langsung dipasang secara Plug-and-Play (PNP). Biaya perbaikan tersebut juga relatif murah, yakni sekitar Rp 200 ribu. Setelah diganti, komponen tersebut masih digunakan hingga sekarang dan tidak kembali menimbulkan masalah.
Selama menggunakan Exora, ia hanya mengeluhkan respons tarikan awal yang terasa lambat ketika mobil digunakan untuk melibas tanjakan. Rakhmad bilang tenaga mobil mulai terasa kuat ketika putaran mesin sudah berada di atas 3 ribu rpm.
"Tarikan awal kalau nanjak lemot ya, harus tahu tenaga mobil keluar di atas 3 ribu rpm. Dia penggerak roda depan (FWD), dia nanjak perlahan tapi kuat. Belum pernah saya mengalami kurang tenaga atau gagal nanjak," ungkapnya.
Berbagai pengalaman tersebut membuat Rakhmad masih mempertahankan Exora sebagai kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari. Baginya, mobil tersebut sudah cukup memenuhi kebutuhan transportasi karena menawarkan tenaga yang memadai, konsumsi BBM tergolong irit, kabin luas, serta pajak tahunan yang relatif murah sekitar Rp 1,6 jutaan.
"Kalau mau mengganti mobil lain masih bingung dan bimbang. Sudah cocok sama yang disuguhkan Proton Exora. Saya pernah bongkar bagian belakang itu pelatnya tebal-tebal, bagian kaca kalau nggak salah mirip Mercedes-Benz. Apa kata orang tentang Exora nggak masalah, saya menikmatinya dan sangat puas," tutupnya.
