Proton Satria Neo R3, Hatchback Malaysia Racikan Divisi Balap

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proton Satria Neo R3. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proton Satria Neo R3. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Proton Satria Neo menjadi salah satu hatchback lansiran Malaysia yang meninggalkan kesan kuat di kalangan penggemar mobil kompak. Sasis dan handling-nya digarap Lotus dan bodinya berpintu dua dengan bentuk membulat. Varian bernama R3 menempati posisi tertinggi dalam jajarannya.

Embel-embel R3 sendiri merujuk pada divisi motorsport Proton yang berdiri di Shah Alam pada tahun 2003. Menurut situs resmi Proton, kepanjangannya adalah Race, Rally, Research.

Divisi tersebut menangani riset, pengembangan, dan produksi mobil balap serta mobil reli pabrikan asal Negeri Jiran itu. Cakupan kerjanya meluas sampai ke produksi mobil jalan raya edisi terbatas berikut aksesori dan komponen berlabel R3.

Proton Satria Neo R3 Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Garapan perdananya di mobil jalan raya berupa Satria GTi R3 yang meluncur pada akhir tahun 2004. Mobil tersebut mengusung mesin 1.8 liter berkode 4G93P dengan tenaga 140 dk di roda dan mampu menuntaskan 0-100 km/jam dalam 8,2 detik.

Penerusnya menggunakan basis Satria Neo CPS bermesin CamPro 1.6 liter yang serupa dengan Exora.Versi standarnya menghasilkan tenaga 125 dk pada 6.500 rpm dan torsi 150 Nm pada 4.500 rpm, sebagaimana ditulis Paultan.

Proton kemudian meluncurkan R3 Satria Neo pada Maret tahun 2011 dengan banderol RM 79.797 atau sekitar Rp 231 jutaan bila dikonversikan menggunakan kurs saat itu. Mesin CamPro CPS-nya menerima paket peningkatan Stage 2 sehingga tenaganya naik menjadi 145 dk pada 7.000 rpm dan torsinya 168 Nm pada 5.000 rpm.

Tampilan baris pengemudi Proton Satria Neo R3. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Rincian ubahannya mencakup engine management system R3, camshaft dengan adjustable alloy cam, underdrive pulley aluminium, manifold extractor titanium, sistem knalpot racikan R3, sampai saluran udara serat karbon berfilter K&N. Rasio girboksnya turut dirapatkan untuk mengejar akselerasi.

Versi paling ekstremnya hadir lebih dulu pada tahun 2010 lewat Satria Neo R3 Lotus Racing Edition seharga RM 115.000 (setara Rp 324 jutaan). Mobil tersebut mendapat suspensi coilover Ohlins DFV, kaliper rem depan AP Racing empat piston, kap mesin serat karbon, bumper berbahan FRP, dan hanya tersedia dalam kelir hijau khas Lotus.

Proton melanjutkan garis R3 pada November tahun 2012 lewat Satria Neo R3 yang dirakit langsung di jalur produksi Shah Alam. Versi tersebut mempertahankan dapur pacu dalam kondisi standar, tidak seperti model lansiran tahun 2011.

Proton Satria Neo R3 Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ubahannya berkutat di tampilan dan kelengkapan berupa front splitter, spoiler belakang desain R3, pelek 16 inci enam palang berkelir gunmetal, jok berlapis kulit R3, serta head unit double-DIN bernavigasi.

Sementara itu, Satria Neo CPS sempat dipasarkan di Indonesia pada tahun 2010. Versi R3 tidak tercatat sebagai model yang resmi dijual Proton di Tanah Air. Jejaknya tetap ditemukan lewat pasar mobil bekas dengan jumlah sangat sedikit.