Ubah Kunci Motor Jadi Keyless, Benarkah Anti Maling?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kunci motor keyless. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci motor keyless. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Di tengah tren konversi kunci fisik motor menjadi keyless yang semakin diminati, sering timbul pertanyaan terkait segi keamanan. Apalagi belakangan ini ramai beredar video pencurian motor keyless di media sosial.

Fiki, pemilik bengkel KKS Project, mengatakan bahwa motor dengan sistem tersebut cukup sulit dibobol maling. Sebanyak 70 persen konsumen di bengkelnya justru datang untuk mengubah menjadi keyless agar motor lebih aman.

“Kalau kunci kontak biasa itu paling di maling dalam beberapa detik. Keyless butuh waktu, bisa beberapa menit atau satu jam. Dia harus bongkar dulu bodi buat nge-jumper listriknya. Nggak mungkin maling bongkar bodi motor,” buka Fiki kepada kumparan saat ditemui di Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Menurutnya, upaya membuka paksa tombol kontak pun berujung sia-sia. Knop keyless hanya akan berputar tanpa membuat mesin motor menyala.

Kontak keyless (kiri) dan kontak kunci konvensional (kanan). Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Fiki menyatakan sudah menelusuri celah keamanan perangkat tersebut sejak mulai menggeluti bidang ini pada tahun 2018. Pencarian itu belum menemukan cara membobol perangkat secara paksa sampai sekarang.

"Ibarat ada yang tau PIN-nya itu bisa saja dicuri. Misalkan, motor dipinjam teman terus PIN atau barcode ngegantung. PIN bukan untuk sehari-hari, cuma buat darurat kalau misalnya remot hilang, simpan di tempat yang aman,” tegasnya.

Celah berikutnya justru muncul saat pembelian motor bekas. Sejumlah kasus pencurian bisa berasal dari unit yang dilepas penjual tanpa kelengkapan remot maupun PIN/barcode.

Pembeli disarankan memastikan jumlah remot beserta PIN atau barcode sesuai bawaan pabrik, sebab perangkat yang tertinggal di tangan pemilik lama berpeluang untuk disalahgunakan.

Proses perakitan modul keyless. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Adapun, faktor keamanan perangkat tetap bergantung pada komponen yang dipasang. Fiki menuturkan, paket ubah keyless dengan harga terendah tidak dilengkapi alarm sehingga perlindungan hanya bersandar pada sistem penguncian.

Menyoal harga, mengubah keyless untuk merek Honda dibanderol mulai Rp 950 ribu sampai Rp 2,7 juta. Sedangkan Yamaha, tarifnya dipatok sekitar Rp 1,35 jutaan sampai Rp 3,4 jutaan. Seluruh biaya tersebut sudah termasuk jasa pemasangan dan garansi selama tiga bulan.

"Harga termurah pakai modul rakitan. Dari segi keamanan itu cukup lebih aman dibandingkan kunci kontak biasa. Garansi kami real, kalau di online kan belum tentu. Ada konsumen beli paket keyless dari online, dia pasang ada kendala, ujung-ujungnya datang ke sini buat perbaikan," pungkasnya.