Velg Mobil Bermotif Diamond Cut Lecet, Reparasi Butuh Mesin Khusus

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mesin diamond cut di bengkel Eurovolution, Condet, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mesin diamond cut di bengkel Eurovolution, Condet, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Velg mobil dengan finishing diamond cut kini menjadi perlengkapan bawaan pada banyak mobil baru yang dijual di Indonesia. Tampilannya mengilap dengan efek menyerupai pelangi, desain yang lebih modern itu ternyata membuat pemiliknya berhadapan dengan persoalan tersendiri begitu permukaannya lecet.

Diwan, pemilik bengkel reparasi velg Eurovolution, mengatakan bahwa perbaikan velg diamond cut harus menggunakan mesin khusus. Menurutnya, jumlah bengkel yang memiliki mesin tersebut juga masih terbatas.

“Mesin diamond cut cuma beberapa bengkel yang punya, bisa dihitung jari. Mungkin mereka merasa belum perlu mesinnya, kalau trafiknya belum banyak. Buat apa beli mesin ratusan juga, mending dioper (ke bengkel lain) saja,” buka Diwan saat ditemui kumparan di Condet, Jakarta Timur, belum lama ini.

Velg mobil BMW yang sedang dalam proses reparasi diamond cut. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia bilang, proses reparasi velg diamond cut dilakukan dengan membentuk kembali permukaan velg menggunakan mesin. Velg dipasang di bagian lingkaran mesin, lalu pisau pemotong diatur untuk mengikis bagian permukaan yang mengalami kerusakan.

Diwan menjelaskan, proses tersebut membutuhkan ketelitian karena kesalahan saat mengoperasikan mesin bisa membuat kondisi velg semakin rusak. Operator harus mengerjakannya secara perlahan dengan konsentrasi tinggi.

"Sebelum masuk ke mesin harus dibuat dulu cetakan dari pelat aluminium sesuai bentuk permukaan velg, beda velg beda juga cetakannya. Operator kami saja kalau ngerjain diamond cut malam hari, abis magrib lah lembur, siang-siang nggak konsentrasi," terangnya.

Proses pengerjaan velg diamond cut. Foto: Dok. Eurovolution

Setelah proses pembubutan selesai, permukaan velg kemudian diberi pernis atau clear coat. Seluruh proses reparasi tersebut biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari tergantung antrean.

Untuk memudahkan konsumen, Diwan menyediakan beberapa pilihan selama velg dikerjakan. Velg dapat diantar-jemput oleh pihak bengkel atau konsumen bisa menggunakan velg sementara agar mobil tetap dapat digunakan. Bengkel juga dapat menerima mobil untuk ditinggal selama proses reparasi berlangsung.

Menurut Diwan, mobil listrik (EV) menjadi salah satu jenis kendaraan yang cukup sering datang untuk memperbaiki velg diamond cut. Ia menuturkan, mayoritas EV saat ini tidak lagi menggunakan finishing cat pada velg. Desain velg-nya juga tidak memiliki dinding yang lebih tinggi sehingga lebih mudah lecet.

Ilustrasi velg mobil dengan dinding pelindung (bibir velg). Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"BYD Seal cukup sering, apalagi yang ring 19, spoke-nya banyak dan agak melintir, jadi sering grepes. Terus BYD Sealion, Hyundai Ioniq, Chery J6, dan Aion juga beberapa kali. Rata-rata velg EV memang diamond cut,” rincinya.

Adapun, biaya reparasi diamond cut ditentukan berdasarkan ukuran velg. Tarifnya Rp 650 ribu untuk ring 17 inci dan Rp 700 ribu untuk ring 18 inci, sudah termasuk pemasangan. Diwan menyebutkan, beberapa model membutuhkan penanganan khusus sehingga tarifnya bisa berbeda.