Wawas Para Pengguna Peugeot Lawas

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Servis Peugeot 407 di Kamil Motor, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Servis Peugeot 407 di Kamil Motor, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Onderdil Peugeot untuk model lawas ternyata sampai sekarang masih bisa didapat lewat jalur pemesanan resmi. Ketersediaan barang tersebut berpotensi menipis dalam beberapa tahun ke depan seiring berhentinya produksi.

Kamil, pemilik bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor, mengungkapkan bahwa pemesanan komponen asli masih dapat dilakukan lewat Astra sebagai pemegang merek. Masa tunggu jadi bagian yang tidak bisa dihindari dari jalur tersebut.

“Spare part harus pesan ke Astra, kalau di sana masih ada stok ya bisa. Beberapa barang harus inden dua bulan. Nanti dia ngecek dulu, kalau bilang ini sudah tidak diproduksi ya kita tidak bisa pesan,” ujar Kamil kepada kumparan saat ditemui di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (12/10).

Ia menuturkan, pasokan komponen asli bertahan lantaran masih ada mobil yang berada dalam masa garansi. Kewajiban menyediakan suku cadang membuat jalur pemesanan tetap terbuka sampai masa tersebut berakhir.

Bushing arm mobil Peugeot dari merek Sasic asal Prancis. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Kamil memperkirakan keadaan akan berubah setelah seluruh garansi habis. Bengkel bakal sepenuhnya mengandalkan stok simpanan yang jumlahnya terus menyusut dari tahun ke tahun.

“Walaupun tidak jual mobil baru, yang masih garansi masih ada, jadi mereka (Astra) masih siapin spare part. Kalau sudah habis garansi ya selesai, tambah susah lagi,” tuturnya.

Pembeli di pasaran umumnya tidak bisa memilih merek komponen. Barang yang tersedia di toko jadi satu-satunya pilihan, dengan mutu yang berbeda-beda di setiap pembelian.

Kamil mengungkapkan, ia menggunakan sejumlah merek asal Prancis berkualitas Original Equipment Manufacturer (OEM) yang beredar lewat jalur importir. Pasar otomotif tradisional yang tersebar di Pondok Cabe, Cipete, hingga Senen turut menjadi andalan baginya.

Timing belt mobil Peugeot. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

“Sudah paling seadanya, tidak bisa milih merek. Jadi kita pesan ke toko, merek apa yang ada ya kita beli. Kadang kita dapat yang tidak terlalu bagus, kadang dapat yang bagus,” imbuhnya.

Menurut Kamil, sebagian komponen masih bisa diamemakai barang milik mobil Jepang. Contohnya, link stabilizer mengambil punya Honda dan timing belt menggunakan Daihatsu Gran Max.

Di sisi lain, komponen bodi Peugeot jadi bagian yang paling sulit dicari sampai sekarang. Spion bekas dibanderol Rp 2-2,5 jutaan, sedangkan lampu bekas menyentuh Rp 1-1,5 juta per buah.

"Bodi mau impor juga susah, sekarang kan ada larangannya. Paling bawa sendiri dari luar negeri, tapi terbatas barang kecil saja seperti spion dan lampu, agak repot bawa bagian bodi yang besar," tuntasnya.