Yang Bikin Audio Mobil Aftermarket Lebih Enak Dibanding Bawaan Pabrik

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagian tweter (atas) dan midrange (bawah) dalam sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bagian tweter (atas) dan midrange (bawah) dalam sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Banyak pemilik mobil mungkin mengira sistem audio bawaan sudah dilengkapi berbagai perangkat pendukung. Padahal, pada mobil dengan sistem audio standar, perangkat yang digunakan umumnya masih sederhana.

Fahrul, Technical Support PT Audioworkshop, mengatakan bahwa sistem audio bawaan mobil umumnya hanya mengandalkan perangkat utama yang sudah terpasang dari pabrikan. Kondisi ini membuat kualitas suara yang lebih sesuai dengan selera pengguna menjadi cukup terbatas.

"Rata-rata ya kalau yang sudah terpasang di mobil itu biasanya head unit sama speaker, spesifikasinya itu-itu saja. Itulah kenapa banyak penggemar audio mobil aftermarket," buka Fahrul kepada kumparan saat ditemui di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8).

Ilustrasi paket sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia bilang, sebagian mobil di kelas yang lebih tinggi sudah menggunakan prosesor di dalam head unit. Meski begitu, jumlah frekuensi di dalamnya tidak lebih detail daripada prosesor eksternal.

Contoh lainnya pada mobil premium, biasanya sudah dibekali sistem audio dari merek tertentu dengan amplifier eksternal untuk mendukung kinerja speaker. Menurut Fahrul, tenaga dari head unit saja tidak akan cukup untuk mengoptimalkan perangkat tersebut.

"Audio bawaan belum ada Digital Signal Processor (DSP), itu otak dalam sistem audio, semua diatur dari situ. Sistem audio mobil semuanya berkaitan, kalau ganti speaker saja paling meningkatnya cuma berapa persen," terang pria yang sudah berkecimpung di audio mobil sejak tahun 2012 itu.

Ia menuturkan, DSP berfungsi untuk mengatur pembagian frekuensi sampai penyesuaian karakter suara. Perangkat itu juga memungkinkan mekanik melakukan penyetelan agar suara yang keluar dari setiap speaker lebih seimbang.

Bagian speaker dalam sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Selain perangkat pendukung, spesifikasi speaker juga menjadi salah satu pembeda antara sistem audio bawaan dan aftermarket. Speaker aftermarket memiliki daya lebih besar serta menggunakan material yang berbeda dibandingkan komponen bawaan pabrik.

Fahrul menyampaikan, perbedaan tersebut salah satunya dapat dilihat dari ukuran magnet speaker. Perangkat bawaan mobil menyematkan magnet berukuran lebih kecil, sementara produk aftermarket punya magnet yang lebih besar untuk mendukung kinerja speaker.

"Cara paling mendasar mau tahu audio mobil bagus atau nggak itu dari menaikkan volume head unit. Kalau audio bawaan pabrik pasti suaranya 'sember' kalo dinaikin full," pungkasnya.