Kenapa Puncak Tidak Pernah Membosankan

Just an Ordinary Person, Ruang Publik Research Center
Konten dari Pengguna
5 Agustus 2022 17:15
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Alvin Liasta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Foto Pribadi ; Kondisi kabut di Puncak Bogor
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Foto Pribadi ; Kondisi kabut di Puncak Bogor
ADVERTISEMENT
“Naik – naik ke Puncak Gunung tinggi – tinggi sekali” Iya! Itu hanya secuil lagu yang menghiasi masa kecil kita (Saya). Puncak yang saya maksud kali ini ialah berada pada daerah Kabupaten Bogor. Mungkin sudah sangat eksis sejak lama. Yak puncak yang menyajikan keindahan alam seakan memanggil kita tiap Weekend-nya untuk berkunjung.
ADVERTISEMENT
Bagi sebagian masyarakat Jakarta dan sekitarnya wilayah puncak merupakan salah satu destinasi wisata untuk “Healing – healing”. Dengan berjarak hanya kurang lebih 59 km di sebelah selatan Jakarta dan hanya menempuh waktu -+ 2 jam perjalanan.
Ditengah padatnya pekerjaan dan keruwetan serta tekanan atasan menjadikan Puncak Bogor menjadi solusi pelampiasan untuk menghirup udara segar dan menjernihkan pikiran dari beban tugas kewajiban. Karena fakta nya dan sudah banyak penelitian mengatakan bahwa alam dapat memberikan ketenangan. Salah satunya menurut psikolog klinis dari lembaga holistic healing Enlightmind, Nirmala Ika, mengatakan bahwa wisata alam mengurangi stres karena berada di alam membantu mengurangi kortisol. Kortisol berkaitan erat dengan hormon yang menyebabkan stres. Selain itu, berwisata alam juga cenderung meningkatkan dopamin dan endorfin yang mendorong perasaan bahagia dikutip dari Liputan6.com, Selasa (23/3/2021).
ADVERTISEMENT
Di Puncak Bogor sendiri terdapat berbagai jenis destinasi wisata yang dapat dipilih meliputi; Pertama, berpetualang di alam seperti berkemah dan hiking. Kedua, apabila hanya ingin rileks di vila atau hotel bisa tinggal pilih sesuai budget yang tersebar sudah seperti jamur, Ketiga, berwisata dengan satwa, Keempat, memetik di kebun teh atau pun hanya sekedar minum teh sambil makan mie instant. Ini hanya sebagian kecil destinasi saja karena banyaknya wisata apabila ke Puncak Bogor. Kemudian untuk urusan perut tidak perlu risau karena banyaknya kuliner dari berbagai jenis yang tersedia disepanjangan jalan Raya Puncak Bogor tersebut.
Ya lagi-lagi semua kegiatan tersebut diselimuti dengan kesejukan udara disana.
Berwisata ke Puncak Bogor bukan hanya dapat dinikmati oleh muda mudi saja melainkan dapat dinikmati oleh semua usia. Kemudian untuk pilihan destinasinya pun dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing – masing, dari yang kelas konglomerat hingga kelas low cost. Sehingga dapat disesuaikan dan di atur tanpa harus memaksakan diri. Banyaknya destinasi wisata di Puncak membuat masyarakat tidak monoton apabila bepergian kesana sehinga tidak membosankan. Lagi pula kesana hanya untuk minum teh manis ataupun bakar jagung udah enak deh.
ADVERTISEMENT
Dengan berbagai tujuan wisata dan anggaran yang dapat disetting tersebut seakan “siapa yang tidak mau untuk merileksasikan diri atau healing disana tiap akhir Minggu. Kesejukan dan ketenangan yang disajikannya seakan melepas beban toxic yang diderita selama seminggu, walaupun keesokan harinya harus menerima kenyataan bekerja kembali.
Untuk akses menuju Puncak Bogor sendiri sangat dimanjakan bagi pengendara roda empat terdapat jalan Tol dari Jakarta langsung menuju Puncak Bogor dan bagi pengendara roda dua terdapat beberapa jalan inti ataupun alternatif yang menjadi pilihan bagi kalangan pesepeda motor. Sehingga banyak jalan menuju puncak bagi pengendara roda dua.
Pada tiap Minggunya sebenarnya kita mengetahui dan kemungkinan besar terjadi bahwa wilayah Puncak mengalami kepadatan bahkan dapat menimbulkan macet ber jam-jam. Namun bagi kalangan masyarakat yang kekeuh ingin berkunjung kesana sudah menganggap bahwa “Macet adalah bagian dari jalan-jalan”
ADVERTISEMENT
*Terlepas dari tuntutan keluarga, pacar dan siapapun itu untuk kesana.
Maka Nikmatilah!
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020