Bahu Membahu Melawan Pandemi Covid-19

Mahasiswa Jurnalistik, PNJ
Tulisan dari Alya Ramadhanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pertolongan dari seluruh elemen masyarakat bahkan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menangani pandemi akibat covid-19. Sebuah virus asal kota Wuhan, China. Telah merebak terhitung dari akhir tahun 2019. Makhluk yang bahkan tak terlihat kasat mata ini mampu memporak-porandakan hampir seluruh negara di dunia.
Tenaga medis, influencer, masyarakat, bahkan driver ojek online bahu membahu melawan covid-19 dengan kemampuannya masing-masing. Tenaga medis sudah disiagakan dan terus menjalankan tugasnya di berbagai rumah sakit, khususnya rumah sakit rujukan. Dari fajar hingga petang, kemudian bertemu fajar lagi mereka rela tidak tidur demi menyelamatkan nyawa para pasien.
Alat pelindung diri (APD), masker, sarung tangan, membungkus badan dan wajah mereka. Mereka rela tidak makan, minum, bahkan sekedar buang air kecil pun harus ditahan. Terbatasnya jumlah Alat Pelindung Diri (APD), jas hujan dan plastik pun dibentuk selayaknya hazmat.
Para influencer, yang awalnya hanya dianggap sebagai artis media sosial, dengan sigap membantu menggalang dana untuk keperluan membeli Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis. Satu persatu influencer membuka link pencarian dana. Tidak hanya untuk membeli APD, beberapa influencer membantu masyarakat yang tidak mampu, yang hanya memiliki penghasilan harian, dan masyarakat yang kehilangan pekerjaannya karena dampak wabah ini.
Mereka pun mengedukasi masyarakat Indonesia untuk membatasi jarak fisik dan tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran potensi Covid-19, melalui ruang publik di platform media sosial.
Para driver ojek online, yang sejatinya kehidupannya bergantung kepada orderan penumpang, menjadi salah satu pahlawan bagi orang-orang yang sedang melakukan social distancing. Mereka dengan sigap menerima berbagai orderan makanan, hingga bahan keperluan rumah tangga. Mereka rela berada di luar rumah, untuk melayani para pengorder di tengah-tengah virus yang berterbangan, demi mengais rupiah untuk menghidupi keluarganya.
Beberapa warga yang memiliki rejeki berlebih juga ikut membantu meredakan pandemi wabah ini. Di beberapa komplek perumahan, banyak warga yang menggantungkan mi instan untuk dibagikan kepada para pedagang dan driver ojek online yang lewat.
Persaudaraan dan persatuan membuat seluruh elemen masyarakat memundurkan ego dan kepentingannya masing-masing. Mereka bergerak satu tujuan untuk membantu meredakan pandemi akibat covid-19 ini. (AR)
