Konten dari Pengguna

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Kerja: Belajar Akuntansi Lewat Magang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alzikri Nursyahbani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum menjalani magang, saya mengira belajar akuntansi ya hanya sebatas belajar di kelas. Bertemu angka, mengerjakan jurnal, memahami laporan keuangan, lalu mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Ternyata, setelah merasakan sendiri kegiatan magang, saya baru sadar bahwa ada banyak hal yang tidak bisa didapat hanya dari buku.

Saat pertama kali menjalani magang, saya sempat merasa harus banyak beradaptasi. Lingkungan kerja tentu berbeda dengan suasana kampus. Kalau di kampus kita terbiasa mengerjakan tugas sendiri, di tempat kerja kita harus bisa mengikuti arahan dan menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitar.

Dari situlah saya mulai mendapatkan banyak pelajaran.

Salah satu hal yang paling saya rasakan adalah pentingnya ketelitian. Dalam pekerjaan yang berhubungan dengan data dan administrasi, kita tidak bisa asal mengerjakan. Data harus diperhatikan dan pekerjaan perlu diperiksa kembali. Saya jadi memahami bahwa kesalahan kecil yang terlihat sepele tetap harus dihindari.

Saya juga belajar untuk lebih berani bertanya. Namanya juga mahasiswa yang masih belajar, tentu tidak semua pekerjaan langsung bisa saya pahami. Daripada menebak-nebak dan akhirnya salah, saya belajar untuk bertanya kepada orang yang lebih memahami pekerjaan tersebut.

Selain belajar mengenai pekerjaan, magang juga membuat saya bisa melihat seperti apa dunia kerja yang sesungguhnya. Ada tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama yang harus dijalankan. Hal-hal tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi ketika mengalaminya secara langsung, saya baru memahami bahwa semuanya saling berkaitan.

Saya juga semakin sadar bahwa ilmu yang dipelajari di kampus tetap menjadi dasar yang penting. Materi akuntansi yang sebelumnya hanya saya temui dalam teori ternyata bisa membantu ketika menghadapi pekerjaan di lapangan. Bedanya, di dunia kerja kita tidak selalu mendapatkan soal yang sudah lengkap dengan petunjuknya. Kita harus memahami situasi dan mencari tahu apa yang harus dilakukan.

Itulah yang membuat pengalaman magang terasa berbeda.

Bagi saya, magang bukan hanya tentang datang ke tempat kerja dan menyelesaikan tugas. Ada pengalaman, pengetahuan, dan pelajaran baru yang bisa dibawa kembali ke bangku kuliah.

Saya mungkin masih harus banyak belajar dan masih jauh dari kata sempurna. Namun, pengalaman magang membuat saya lebih memahami apa yang nantinya akan saya hadapi setelah lulus.

Pada akhirnya, saya merasa bahwa magang adalah kesempatan yang sayang jika hanya dianggap sebagai kewajiban. Karena melalui magang, kita bisa mencoba merasakan dunia kerja sebelum benar-benar terjun ke dalamnya.

Kalau kuliah mengajarkan saya tentang teori, maka magang mengajarkan saya bagaimana teori tersebut digunakan dalam kehidupan nyata.