Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi UMKM Desa Leyangan Hadirkan Inovasi Varian Rasa

KKN 09 Leyangan

KKN 09 Leyangan

KKN 09 Leyangan Universitas PGRI Semarang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 09 Leyangan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi UMKM Desa Leyangan Hadirkan Inovasi Varian Rasa
zoom-in-whitePerbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan usaha sekaligus mendorong inovasi produk agar UMKM desa mampu bersaing dan dikenal oleh masyarakat luas.

Salah satu bentuk pendampingan tersebut dilakukan pada UMKM keripik pisang milik Ibu Puji. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di lokasi pengolahan keripik pisang Ibu Puji ini meliputi pendataan jenis usaha, kebutuhan pelaku UMKM, kendala yang dihadapi, serta potensi pengembangan usaha ke depan. Selain itu, mahasiswa KKN UPGRIS juga memberikan pendampingan dalam perancangan logo produk, perbaikan kemasan, serta inovasi tampilan dan penambahan varian rasa produk.

Dalam proses produksi, keripik pisang Ibu Puji menggunakan jenis pisang pipit sebagai bahan utama. Tahapan pengolahan dimulai dengan mengupas pisang, kemudian merendamnya dalam air untuk menghilangkan getah dan mencegah perubahan warna. Proses penggorengan dilakukan menggunakan api besar selama kurang lebih delapan menit. Untuk varian gurih, bumbu yang digunakan berupa garam dan bawang putih, sedangkan varian manis menggunakan gula pasir. Pemberian varian rasa dilakukan saat keripik berada pada kondisi setengah matang.

Ibu Puji selaku pelaku UMKM mengungkapkan bahwa inovasi varian rasa yang dikembangkan bersama mahasiswa KKN UPGRIS memberikan nilai tambah pada produknya. “Rasanya sudah enak, namun untuk varian matcha masih perlu ditingkatkan agar lebih terasa. Sementara untuk varian cokelat sudah pas,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kreativitas mahasiswa KKN UPGRIS yang dinilai mampu memberikan masukan positif bagi perkembangan usahanya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Zuhaili Nur Hidayat, menyampaikan bahwa pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk keripik pisang Bu Puji. “Pengembangan produk dilakukan dengan menambahkan varian rasa baru, seperti matcha dan cokelat, sehingga keripik pisang yang awalnya hanya tersedia dalam rasa original kini memiliki variasi yang lebih menarik. Harapannya, UMKM yang kami dampingi mampu bersaing dan semakin diminati oleh masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berupaya mendorong UMKM Desa Leyangan agar terus berinovasi dan berkembang secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.