Konten dari Pengguna

Dari Sampah Menjadi Solusi : KKN TIM II UNDIP & Eco enzyme Ramah Lingkungan

Amalya Dyah

Amalya Dyah

Mahaaiswa Universitas Diponegoro Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amalya Dyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Bondansari, 29 Agustus 2024 – Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro hadir dengan solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah organik di Desa Diponegoro. Tim KKN memperkenalkan proses pembuatan ekoenzim, sebuah cairan serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang diolah menjadi pembersih alami, pupuk cair, hingga pengusir hama. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengolahan sampah sekaligus memberikan solusi alternatif yang ramah lingkungan.

Proses Pembuatan Ekoenzim

Pembuatan ekoenzim dimulai dengan mengumpulkan bahan organik seperti kulit buah, sisa sayuran, serta sisa makanan dari dapur rumah tangga. Setelah itu, bahan tersebut dicampurkan dengan perbandingan 1:3:10, kemudian disimpan dalam wadah tertutup selama tiga bulan untuk menjalani proses fermentasi alami.

Antusiasme Masyarakat

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga Desa Bondansari. Ibu Lisa sebagai Ketua PKK yang mengikuti demonstrasi pembuatan ekoenzim, menyatakan bahwa program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membantu mengurangi beban sampah di desa.

Selain itu, Ibu Lia selaku anggota PKK yang turut hadir dalam demonstrasi mengaku sangat tertarik untuk terus menggunakan ekoenzim sebagai pembersih rumah tangga karena lebih aman dan ekonomis.

Pembuatan ekoenzim oleh mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Bondansari menunjukkan bahwa solusi ramah lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil, seperti mengolah sampah organik. Dengan

semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi inpirasi bagi komunitas lain untuk ikut menjaga lingkungan dengan cara yang sederhana namun berdampak besar.