LPAI, Kongres Anak Indonesia 2020 Untuk Internet Sehat Bagi Anak

Profesi sebagai penulis lepas untuk media online, blogger
Tulisan dari Amanda Nast tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kongres yang menjadi ajang tahunan sebagai perwujudan hak partisipasi anak ini, dilaksanakan secara virtual ditengah pandemi yang dirasakan hampir seluruh negara di dunia ini, mengambil tema "Internet Sehat Tanpa Iklan Rokok dan Pornografi". Kongres virtual pertama ini dibuka secara resmi, Selasa (22/9) oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, yang diwakili oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si.
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual dihadapan 651 anak yang berpartisipasi aktif, dari 23 provinsi, menteri yang akrab dipanggil dengan sebutan Ibu Bintang Puspa Yoga ini mengungkapkan keprihatinannya akan anak-anak yang terpapar iklan rokok yang terlihat menarik dan pornografi yang banyak terdapat saat anak-anak mengakses internet untuk kebutuhan pendidikan dan informasinya.
Dalam paparannya, Ibu Bintang Puspa Yoga mengungkapkan, "Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2017 - 2019 terdapat 1.370 pengaduan korban yang terkait dengan pornografi online, dengan rincian 329 korban kejahatan seksual online, 299 pelaku kejahatan seksual online, 426 korban pornografi media sosial dan 310 kepemilikan kaun pornografi."
Sementara untuk paparan iklan rokok di internet, berdasarkan data dari London School of Publish & Ralation yang melakukan survey tentang pengaruh iklan rokok di internet terhadap anak berusia 12-18 tahun 2018, didapati 31,8% terpapar iklan rokok terpengaruh secara signifikan terhadap sikap merokok pada anak; 100% koresponden untuk tetap merokok dan 10% kecendrungan untuk merokok.
Berdasarkan data tersebut, kongres ini menjadi strategis untuk mendapatkan aspirasi anak-anak terkait dengan maraknya iklan rokok dan pornografi di internet, karena penggunaan internet usia anak mencapai 91% dari jumlah anak Indonesia dan 21%nya lebih dari 8 jam perhari menggunakan internet untuk berbagai keperluan. Apa lagi selama masa pandemi, dimana penggunaan internet menjadi lebih tinggi untuk kepentingan proses belajar dan mengajar. Jadi internet sehat tanpa iklan rokok dan pornografi menjadi sangat dibutuhkan demi terjaminnya generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, serta memiliki pemikiran yang cemerlang untuk masa depan Indonesia menjadi lebih baik.
Kongres Anak Indonesia akan menghasilkan butir-butir suara anak Indonesia yang kemudian akan disampaikan kepada pemerintah. Penyampaian suara anak itu sendiri akan diwakili oleh tiga orang duta anak yang dipilih saat akhir kongres, dan diharapkan bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk membuat kebijakan yang mengatur sehingga internet sehat untuk anak.
