Mengenali dan Memahami Kepribadian Diri Teori Sigmund Freud

Mahasiswa Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Amanda Lavenia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital yang sangat canggih ini manusia lebih gampang dalam mengakses segala informasi yang dia inginkan. Walaupun demikian penggunaan gadget yang tidak tepat dapat menjadikan orang tersebut ketergantungan, tidak bisa lepas dari gadget dan menimbulkan masalah lainnya. Kemudahan dalam mengakses informasi juga menyebabkan banyak tersebarnya berita berita yang kurang kredibilitas. Banyak hal hal yang tidak faktual yang tersebar luas dalam media sosial salah satunya tentang kepribadian beserta tes-tes kepribadian. Tentunya mengetahui tentang kepribadian diri sendiri dan orang lain adalah hal yang menarik untuk dipelajari. Namun, terkadang orang langsung percaya dengan apa yang dituliskan di platform media sosial dan beranggapan bahwa hal tersebut related dengan dirinya. Tapi apakah benar apa yang tertulis tersebut benar benar menggambarkan kepribadiannya? Apa sih yang dimaksud kepribadian?
Kepribadian merupakan arti dari kata personality yang berasal dari bahasa latin persona yang berarti topeng yang digunakan aktor sebagai properti pertunjukan dimana dalam sebuah pertunjukan tersebut sang aktor menyembunyikan kepribadian dirinya yang sesungguhnya dan menampilkan kepribadian sesuai dengan topeng yang dia kenakan. Kepribadian menurut KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain. Menurut Woodworth kepribadian adalah kualitas total individu sedangkan Dashiell berpendapat bahwa definisi kepribadian adalah gambaran total tentang tingkah laku individu yang terorganisir.
Derlega mendefinisikan kepribadian sebagai sebuah sistem yang berjalan lama dan relatif stabil yang berhubungan dengan karakter individu yang dapat berkontribusi terhadap perasaan, pemikiran, dan tingkah laku. Allport berpendapat bahwa kepribadian merupakan organisasi yang bersifat dinamis dalam diri manusia tentang sistem psiko fisik yang dapat membantu manusia dalam beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sedangkan Pervin beranggapan bahwa teori kepribadian merupakan upaya untuk menjawab pertanyaan apa, kenapa, dan bagaimana. Apa karakteristik suatu individu? Bagaimana kepribadian tersebut terbentuk dan dipengaruhi? Mengapa seseorang berperilaku sedemikian?
Karakter kepribadian yang sehat menurut Hurlock sebagai berikut:
Mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan diri
Mampu menghadapi segala situasi dan menerima hal yang tidak mengenakkan secara wajar dan tidak bersifat perfeksionis
Tidak bersikap sombong ketika mendapat suatu prestasi dan menerima kegagalan dengan sewajarnya tidak secara berlebihan sehingga menyebabkan frustasi
Mampu bertanggungjawab dengan menjalankan tugas dan mengatasi segala masalah dengan baik dan solutif
Mandiri
Dapat mengontrol emosi
Memiliki tujuan atau visi misi
Memiliki penerima sosial
Memiliki filsafat hidup
Kebahagiaan
Sedangkan kepribadian yang kurang sehat ditandai oleh:
Mudah marah
Sering khawatir dan cemas berlebihan
Sering merasa tertekan
Bersikap arogan dan sering menindas yang lebih lemah
Tidak mampu menghindari perilaku perilaku yang menyimpang
Berbohong adalah hal biasa baginya
Hiperaktif
Memusuhi segala bentuk otoritas
Senang mengkritik dan mencela orang lain
Sulit tidur
Kurang bisa bertanggungjawab
Kurangnya kesadaran untuk menaati perintah agama
Bersifat premis dalam menjalani kehidupan
Kurang bergairah (tidak memiliki semangat) dalam menghadapi kehidupan
Kepribadian menurut Madzhab Psikoanalisa oleh tokoh Sigmund Freud
Struktur kepribadian
Sigmund Freud membagi struktur kepribadian menjadi 3 klasifikasi, yaitu:
Id berasal dari bahasa latin “id” dan bahasa Jerman “Das es”. Id merupakan gudang energi psikis individu dan tempat timbulnya insting. Id merupakan sumber segala dorongan dasar yang bersifat primitif, tidak disadari secara total dan tidak memiliki kontak dengan realitas. Id dikendalikan dengan prinsip kesenangan dan mendesak ego untuk selalu memenuhi kebutuhan kebutuhan untuk mendapatkan kesenangan.
Ego: ego berasal dari bahasa Jerman “Das ich” yang berarti Aku. Ego merupakan executive branch atau badan pelaksana yang berfungsi sebagai perantara yang menjembatani antara id dan kondisi lingkungan yang berorientasi pada realita dan norma norma sosial yang ada. Ego berfungsi untuk memerintah, mengendalikan, dan membuat keputusan keputusan rasional yang dapat mengontrol untuk memuaskan kebutuhan id, mengikuti superego, dan dunia luar.
Superego: superego berasal dari bahasa Jerman “Das Uber Ich”. Superego merupakan prinsip kesempurnaan atau morality principle yang mewakili alam idealnya daripada alam nyatanya untuk mencapai sebuah kesempurnaan. Superego merupakan badan moral kepribadian yang memperhitungkan benar atau salah dan baik atau buruk. Dengan terbentuknya superego individu dinilai bisa dan memiliki kemampuan untuk mengelola kontrol atas dirinya sendiri dan menggantikan kontrol orang terhadap dirinya. Peran utama superego adalah untuk mendesak ego agar mengganti tujuan tujuan realistik dengan tujuan tujuan yang memiliki nilai moralitas demi mengejar kesempurnaan.
Mekanisme pertahanan ego merupakan mekanisme normal dan universal yang dilakukan oleh ego agar manusia tidak perlu menghadapi ledakan-ledakan dorongan seksual dan agresi secara langsung. Ego terpaksa mengambil tindakan secara ekstrem untuk menghilangkan suatu tekanan yang dia hadapi. Tindakan ini disebut dengan mekanisme pertahanan diri karena tujuannya adalah mempertahankan ego terhadap hal-hal yang menyebabkan tekanan dan kecemasan. Harapannya agar segala bentuk kecemasan yang dialami oleh individu dapat dikurangi, diminimalisir, dan diredakan.
Sigmund Freud membagi mekanisme pertahanan diri atau yang biasa disebut defense mechanisms menjadi beberapa klasifikasi, seperti:
Proyeksi, merupakan bentuk pertahanan diri dengan cara memindahkan kekurangan dan kesalahan diri pada benda, kejadian, atau orang lain. Sebagai contoh: ada orang yang tidak menyukai orang lain, namun dia beranggapan bahwa orang tersebut tidak menyukai dirinya.
Introyeksi, merupakan sistem pertahanan diri dimana individu mengambil pendapat orang lain tanpa mempertimbangkan kesesuaian pandangan tersebut dengan kondisi mereka. Sebagai contoh: seseorang beranggapan bahwa dia jelek, lalu dia membenarkan anggapan orang tersebut bahwa dia jelek.
Fiksasi, merupakan bentuk pertahanan diri dimana individu menolak untuk menuju tahapan perkembangan selanjutnya dan memilih tetap pada tahap perkembangan saat ini yang dirasa nyaman.
Sublimasi, merupakan sistem pertahanan diri dengan mengalirkan perasaan emosinya pada kegiatan kegiatan lain yang positif. Mekanisme pertahanan diri ini disebut juga dengan mekanisme pertahanan diri orang dewasa. Sebagai contoh: orang berkali 30 menit untuk menghilangkan rasa stress.
Displacement, merupakan defense mechanisms dimana individu mengalihkan energi negatif dengan meluapkan emosi kepada objek lain sebagai sasarannya. Sebagai contoh: orang emosi lalu menghancurkan barang di sekitarnya.
Reaksi formasi, merupakan bentuk pertahanan diri dimana individu memanipulasi emosi dan kepalsuan identitas dimana seseorang melakukan hal yang berlawanan dari apa yang dia rasakan. Sebagai contoh: orang tetap bersikap baik terhadap orang yang dia benci. Orang bersikap dingin dan cuek kepada seseorang yang disukainya untuk menutupi rasa sukanya.
Regresi, merupakan bentuk defense mechanisms dimana individu melarikan diri pada tahap perkembangan awal. Sebagai contoh: seseorang menangis ketika putus cinta. Seseorang mengompol atau menghisap jempol ketika takut.
Represi, merupakan bentuk pertahanan diri dimana individu memilih untuk mengabaikan pikiran, ingatan, dan perasaan yang tidak nyaman untuk dihadapi dimana hal hal ini biasanya akan muncul dalam mimpi dalam keadaan tidak sadar. Sebagai contoh: seseorang lupa akan pengalaman buruk semasa kecil.
Rasionalisasi, merupakan bentuk defense mechanisms dimana individu mencari alasan pembenaran logis atas perilaku mereka. Sebagai contoh: seseorang telat berangkat sekolah karena ban bocor. Seseorang tidak mengumpulkan tugas dengan alasan laptop rusak.
Penundaan, merupakan bentuk pertahanan diri dimana individu menunda tanggapan stress atau konflik hingga waktu yang lebih sesuai. Sebagai contoh: seseorang memilih pergi untuk meredakan emosi lalu datang lagi ketika emosinya telah stabil untuk menyelesaikan suatu masalah. Seseorang menunda mengerjakan tugas sebelum mepet deadline.
Denial, merupakan bentuk defense mechanisms dimana individu menyangkal suatu kondisi yang dirasa tidak mampu untuk dia hadapi. Sebagai contoh: seseorang menyangkal bahwa pasangannya berselingkuh dengan teman kantornya dan menganggap itu hanya sekedar teman kantor.
C. Dinamika kepribadian
Menjelaskan bagaimana energi psikis digunakan dan didistribusikan oleh individu untuk melakukan id, ego, dan superego. Energi dalam tubuh manusia menurut Freud berasal dari sumber makanan makanan yang telah dia makan. Kemudian energi energi tersebut dibedakan berdasarkan penggunaan dibagi menjadi 2 yaitu: energi psikis dan energi fisik. Dimana energi fisik merupakan energi yang digunakan individu untuk melakukan aktivitas aktivitas fisik dan energi psikis merupakan energi yang digunakan individu untuk melakukan kegiatan psikis. Awalnya Freud beranggapan bahwa pengguna energi hanyalah id saja. Namun, berdasarkan mekanisme menurut teorinya Freud energi tersebut diberikan pada id, ego, dan superego.
Daftar pustaka:
Adang, Hambali. Psikologi Kepribadian Lanjutan(Studi Atas Teori Dan Tokoh Psikologi Kepribadian), 2013.
Agus, Rahman. Sejarah Psikologi:Dari Klasik Hingga Modern, 2017.
Muhamad, Hamdi. Teori Kepribadian, Sebuah Pengantar, 2016.
