Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Potensi Wisata Kuliner Di Indonesia:Tinjauan Literatur
26 Februari 2025 11:02 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Amanda Marini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kuliner saat ini diakui sebagai salah satu potensi yang dimiliki oleh destinasi wisata. Sajian kuliner, baik berupa makanan maupun jajanan khas suatu destinasi wisata, dicari oleh wisatawan yang berkunjung. Mencicipi kuliner lokal telah menjadi pengalaman yang diinginkan oleh wisatawan. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan tinjauan singkat dari beberapa literatur (tahun 2015–2019) mengenai potensi wisata kuliner di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil tinjauan literatur tentang potensi wisata kuliner di Indonesia menunjukkan fokus studi pada pengembangan strategi agar wisata kuliner di suatu daerah dapat berkembang sehingga menjadi daya tarik utama destinasi, bukan lagi sekadar pelengkap pariwisata. Sebagian besar peneliti sepakat bahwa masih terdapat masalah yang menjadi hambatan dalam pengembangan wisata kuliner. Dari pengalaman saya menjelajahi berbagai daerah di Indonesia, saya melihat langsung tantangan-tantangan ini. Misalnya, saat mengunjungi salahsatu tampat di Bali saya kesulitan menemukan warung makan yang menyajikan makanan khas daerah tersebut dengan rasa otentik. Banyak warung yang lebih memilih menyajikan menu 'aman' seperti nasi goreng atau mie instan untuk menarik wisatawan. Hal ini menurut saya sangat disayangkan, karena kekayaan kuliner daerah jadi kurang tereksplorasi. Selain itu, promosi kuliner daerah juga masih minim. Seringkali, wisatawan tidak mengetahui keberadaan makanan khas yang lezat karena kurangnya informasi yang tersedia.
ADVERTISEMENT
Peran pemangku kepentingan, seperti masyarakat lokal di destinasi, pemerintah daerah, dan akademisi, hendaknya bersinergi dalam mengatasi masalah tersebut agar wisata kuliner dapat berkembang secara berkelanjutan dan maksimal, sehingga kebutuhan dan keinginan wisatawan akan wisata kuliner terpenuhi. Selain itu, hal ini juga memberikan dampak positif bagi perkembangan destinasi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Saya ingat betul saat pertama kali mencoba Coto Makasaar . Saat itu, saya sedang berkunjung ke rumah seorang teman di Makassar Ibunya memasak Coto Makassar dengan resep turun-temurun keluarga. Rasanya begitu kaya dan unik. Saat itu, saya berpikir, betapa banyak lagi makanan lezat seperti ini yang belum dikenal luas. Cerita ini menjadi salah satu motivasi saya untuk menulis tentang potensi wisata kuliner di Indonesia, dengan harapan semakin banyak orang yang bisa merasakan kelezatan kuliner Nusantara.
Semoga dengan adanya penelitian dan upaya pengembangan yang lebih terarah, potensi wisata kuliner Indonesia dapat semakin bersinar. Mari kita dukung bersama para pelaku kuliner lokal dan lestarikan warisan kuliner Nusantara agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
ADVERTISEMENT