Konten dari Pengguna

Berbicara mengenai Gaya Kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta

Amanda Nasha Dito Putri

Amanda Nasha Dito Putri

Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amanda Nasha Dito Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: instagram.com/aniesbaswedan
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: instagram.com/aniesbaswedan

Sosok Gubernur DKI Jakarta tidak lepas dari seorang Anies Baswedan yang selalu mendapat perhatian publik dalam setiap langkah penyelesaian masalah yang ada di ibu kota. Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta dalam memimpin ibukota merupakan hal yang menarik bagi saya untuk dianalisis. Seperti yang diketahui Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan wilayah otonomi khusus karena statusnya sebagai Ibukota Negara Indonesia yang membuat gerak-geriknya menjadi pusat perhatian masyarakat.

Indonesia sendiri seperti yang kita ketahui sedang mengalami pandemi Covid-19 yang sampai hari ini kita belum tahu akan selesai sampai kapan. Saat awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, Presiden Joko Widodo memutuskan bahwa pandemi Covid-19 diserahkan kepada Pemerintah Daerah masing-masing dengan kebijakan yang berlaku.

Dengan adanya keputusan tersebut Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta bertindak cepat dengan membatasi Bus Trans Jakarta dan Moda Raya Terpadu (MRT). Tujuan dilakukannya pembatasan ini tentunya memberikan efek kejut kepada masyarakat sehingga masyarakat DKI Jakarta mulai membatasi untuk beraktivitas di luar rumah.

Pendekatan Kepemimpinan yang Anies terapkan

Berbicara soal pendekatan kepemimpinan yang anies terapkan kepada masyarakat DKI Jakarta, ada dua pendekatan yang Anies terapkan. Pendekatan pertama yakni integrative approach atau pendekatan integrasi yang mana ia menggunakan metode behavioral yang membuktikan bahwa ia berhasil menutup beberapa tempat prostitusi di ibu kota dan juga proses pencabutan izin tanpa peringatan tertulis yang juga dilakukan satu hingga tiga tahap. Anies menegaskan bahwa setiap pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan dalam pendirian usaha harus ditutup.

Pendekatan kedua yang diterapkan Anies adalah situational approach atau pendekatan situasional yang mana dalam menangani kasus Covid-19 di DKI Jakarta ini Anies menggunakan pendekatan ini. Anies tidak semata-mata menerapkan local lockdown untuk mengantisipasi persebaran wabah ini karena masih banyak masyarakat yang masih memerlukan pendapatan untuk hidupnya dan tidak bisa work from home (WFH) atau bekerja dari rumah karena keterbatasan keadaan.

Tipe dan Gaya Kepemimpinan sosok Anies

Gubernur DKI Jakarta saat ini dapat dikatakan memiliki karakter yang cerdas dan penuh dengan gagasan cemerlang untuk membangun Ibu Kota Jakarta, namun hal ini tidak menjauhkannya dari banyak kritikan yang dilayangkan dari masyarakat. Berdasarkan teori Kippenberger (2002) mengenai faktor gaya kepemimpinan secara empiris, hal ini disebabkan oleh pengambilan keputusan yang kerap dipertanyakan oleh masyarakat yang dipimpinnya. Seperti ada beberapa perubahan yang telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta ini terhadap daerah yang ia pimpin mencakup revitalisasi trotoar, kartu kesejahteraan, pembuatan taman, peningkatan penggunaan transportasi umum, dan lain-lain.

Sedangkan berdasarkan tipe dan gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh Gary Yukl (2013), sosok Anies Baswedan merupakan seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan partisipatif karena ia selalu mendorong masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam membenahi DKI Jakarta ini.

Perubahan dalam Organisasi dan Kepemimpinan Anies

Dalam menjalankan perannya sebagai seorang gubernur, Anies juga menerapkan empat kriteria kepemimpinan yang visioner yang dikemukakan oleh Burt Nanus.

Pertama, dilihat dari komunikasi yang baik, di sini Anies merupakan orang yang memiliki kelebihan dalam berkomunikasi termasuk berkomunikasi bersama bawahannya dalam memimpin. Kedua, memahami lingkungan luar yang mana Anies dalam hal ini berupaya memperhatikan lingkungan luar organisasi. Ketiga, Anies memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah pusat dan masyarakatnya. Lalu kriteria yang terakhir adalah keterlibatan pemimpin dalam organisasi. Dalam hal ini, Anies telah menginterpretasikannya dengan mengawasi timnya untuk mengetahui situasi kinerja dalam organisasi.

Dilihat dari teori kepemimpinan, gaya kepemimpinan seorang Anies Baswedan ini cenderung mengarah pada gaya kepemimpinan yang demokratis. Hal ini dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para jajaran dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Jadi suatu gaya kepemimpinan tentunya sangat dipengaruhi oleh individu yang memimpin untuk menentukan arah organisasi atau sebuah kota yang dipimpin terlebih dalam menentukan setiap kebijakan yang dibuat. Setiap pemimpin yang memimpin pemerintahan baik dari tingkat pusat maupun daerah tentunya memiliki gaya kepemimpinannya, salah satunya adalah Anies Baswedan yang menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017-2022.

SUMBER:

Hamdi, I. (2020, Maret 18). Anies Baswedan Ungkap Alasan Batasi Operasional Bus dan MRT. Retrieved from Tempo.co: https://metro.tempo.co/read/1320969/anies-baswedan-ungkap-alasan-batasi-operasional-bus-dan-mrt (diakses pada 28 Mei 2021 pukul 14.13)

Kippenberger, T. (2002). Leadership Styles: Leading 08.04. John Wiley & Sons.

Najmawan, A. N. (2018). Gaya Kepemimpinan Aktor Politik (Studi Terhadap Kepemimpinan Anies Baswedan dalam Kebijakan Penataan Kawasan Tanah Abang Tahun 2018).

Nugroho, B. P. (2018, Oktober 16). Setahun Anies Baswedan: Antara Prestasi dan Kontroversi. Retrieved from Detik.com: https://news.detik.com/berita/d-4259731/setahun-anies-baswedan-antara-prestasi-dan-kontroversi (diakses pada 28 Mei 2021 pukul 10.15)

Rmol.id. (2020, Februari 25). Anies Baswedan dan Prestasi Yang Enggan Diakui. Retrieved from Rmol.id - Republik Merdeka: https://rmol.id/read/2020/02/25/422812/anies-baswedan-dan-prestasi-yang-enggan-diakui (diakses pada 28 Mei 2021 pukul 10.35)

Septianto, B. (2017, Januari 27). Cara Anies Baswedan Rangsang Partisipasi Publik Jika Terpilih Jadi Gubernur DKI. Retrieved from Okezone.com: https://megapolitan.okezone.com/read/2017/01/27/338/1603182/cara-anies-baswedan-rangsang-partisipasi-publik-jika-terpilih-jadi-gubernur-dki (diakses pada 27 Mei 2021 pukul 15.15)

Yukl, G. (2013). Leadership in Organizations (8th ed.). New Jersey: Pearson Education.