Earphone Volume Tinggi, Apa Dampaknya bagi Pendengaran?

Undergraduate Pharmacy Student at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Amanda Nathasya Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menggunakan earphone telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Banyak orang memakainya untuk mendengarkan musik, menonton video, mengikuti rapat daring, hingga menerima panggilan telepon. Agar suara terdengar lebih jelas, tidak sedikit yang terbiasa menaikkan volume earphone, terutama saat berada di lingkungan yang bising. Karena sudah menjadi kebiasaan, banyak orang menganggap hal tersebut tidak akan berdampak pada kesehatan telinga.
Padahal, mendengarkan suara dengan volume yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat memengaruhi fungsi pendengaran. Paparan suara yang berlebihan dapat memberikan tekanan pada bagian dalam telinga yang berperan dalam proses mendengar. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran secara bertahap.
Bagaimana Telinga Mendengar Suara?
Proses mendengar dimulai ketika gelombang suara masuk melalui telinga bagian luar dan menggetarkan gendang telinga. Getaran tersebut kemudian diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran menuju koklea, yaitu organ berbentuk menyerupai rumah siput yang berada di telinga bagian dalam.
Di dalam koklea terdapat ribuan sel rambut halus yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut kemudian dikirim ke otak melalui saraf pendengaran sehingga kita dapat mengenali berbagai jenis suara, mulai dari percakapan hingga musik.
Sel rambut di dalam koklea berperan penting dalam proses pendengaran. Berbeda dengan sel tubuh lainnya, sel rambut yang mengalami kerusakan umumnya tidak dapat tumbuh kembali.
Apa yang Terjadi Jika Volume Earphone Terlalu Tinggi?
Ketika suara diperdengarkan dengan volume yang terlalu tinggi, sel rambut di dalam koklea harus bekerja lebih keras untuk menerima rangsangan suara. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama atau berulang, sel-sel tersebut dapat mengalami kerusakan secara bertahap.
Kerusakan ini biasanya tidak langsung menimbulkan keluhan yang jelas. Banyak orang baru menyadarinya ketika telinga mulai sering berdenging setelah menggunakan earphone, merasa sulit memahami percakapan, atau tanpa sadar terus meningkatkan volume perangkat agar suara terdengar lebih jelas.
Paparan suara keras yang berlangsung terus-menerus juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat kebisingan (noise-induced hearing loss). Kondisi ini dapat terjadi secara perlahan dan bersifat permanen apabila sel rambut pada koklea telah mengalami kerusakan.
Benarkah Earphone Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?
Menggunakan earphone tidak secara langsung menyebabkan gangguan pendengaran. Risiko tersebut lebih dipengaruhi oleh seberapa keras suara diputar dan berapa lama telinga terpapar suara tersebut. Semakin tinggi volume dan semakin lama durasi penggunaannya, semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan pada sel rambut di dalam koklea.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa paparan suara dengan intensitas tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Oleh karena itu, WHO menganjurkan penggunaan earphone dengan volume yang aman serta membatasi durasi mendengarkan untuk membantu melindungi kesehatan telinga.
Salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan adalah aturan 60/60, yaitu menggunakan earphone dengan volume tidak lebih dari sekitar 60 persen dari volume maksimum dan membatasi penggunaannya selama maksimal 60 menit dalam satu sesi. Setelah itu, istirahatkan telinga selama beberapa saat sebelum kembali menggunakan earphone.
Kapan Gangguan Pendengaran Perlu Diwaspadai?
Gangguan pendengaran akibat paparan suara keras umumnya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, keluhannya sering kali ringan sehingga banyak orang tidak menyadari adanya penurunan fungsi pendengaran.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain telinga sering berdenging (tinnitus), kesulitan memahami percakapan terutama di tempat yang ramai, merasa orang lain berbicara terlalu pelan, atau kebiasaan menaikkan volume televisi maupun earphone lebih tinggi dari biasanya. Apabila keluhan tersebut berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Perlu diketahui bahwa tidak semua gangguan pendengaran disebabkan oleh penggunaan earphone. Faktor usia, infeksi telinga, penumpukan serumen (kotoran telinga), penggunaan obat tertentu, maupun paparan kebisingan di lingkungan kerja juga dapat memengaruhi kemampuan mendengar.
Menggunakan Earphone dengan Aman
Menggunakan earphone tetap aman dilakukan selama digunakan dengan cara yang tepat. Selain menghindari volume yang terlalu tinggi, penting untuk memberikan waktu istirahat bagi telinga setelah digunakan dalam waktu tertentu agar paparan suara tidak terjadi secara terus-menerus.
Apabila sering berada di lingkungan yang bising, penggunaan earphone atau headphone dengan fitur noise cancelling dapat menjadi pilihan. Fitur ini membantu mengurangi suara dari lingkungan sekitar sehingga pengguna tidak perlu terus menaikkan volume hanya agar suara terdengar lebih jelas.
Menjaga kesehatan pendengaran dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Menggunakan earphone dengan volume yang wajar, membatasi lama penggunaan, dan memberikan waktu istirahat bagi telinga merupakan langkah kecil yang dapat membantu mengurangi risiko gangguan pendengaran di kemudian hari.
