Konten dari Pengguna

Mengapa Kita Sering Merasa Sendirian Meskipun Dikelilingi Orang Lain?

Amanda Putri Auliya

Amanda Putri Auliya

Amanda putri auliya seorang mahasiswa yang lahir di kota Tangerang, pada tanggal 30 September 2005, biasa di panggil amanda. Saya menyukai seni.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amanda Putri Auliya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi merasakan kesendirian yang mendalam (https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-yang-bersandar-di-dinding-236151/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi merasakan kesendirian yang mendalam (https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-yang-bersandar-di-dinding-236151/)

Pernahkah Anda merasa bahwa Anda bisa memahami konsep memiliki teman atau orang terdekat, tapi ketika sudah ada di depan mata, Anda justru kesulitan memperlakukan mereka dengan baik? Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa setiap orang memiliki masalah di hidupnya, tapi selalu ada orang yang setidaknya 1 (satu) orang yang selalu ada? Fenomena ini seringkali dialami oleh banyak orang. Kita mungkin merasa bahwa kita bisa memahami apa yang kita inginkan dari hubungan kita dengan orang lain, tapi ketika sudah ada di depan mata, kita justru kesulitan untuk memperlakukan mereka dengan baik. Akibatnya, orang-orang yang ingin menemani kita akhirnya pergi satu per satu, dan kita tersisa dengan perasaan sendirian. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah kita memang tidak mampu untuk memiliki hubungan yang baik dengan orang lain? Ataukah ada faktor lain yang mempengaruhi perilaku kita? Salah satu kemungkinan adalah kurangnya kesadaran diri. Mungkin kita belum sepenuhnya memahami apa yang kita inginkan dari hubungan kita dengan orang lain. Atau, mungkin kita memiliki pola pikir negatif yang membuat kita yakin bahwa kita akan selalu sendiri, sehingga kita berperilaku sedemikian rupa sehingga membuat orang lain menjauh. Namun, ada juga kemungkinan bahwa kita kesulitan mengelola emosi negatif seperti rasa takut, cemas, atau marah, sehingga membuat kita sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Lalu, bagaimana dengan pertanyaan kita tentang mengapa setiap orang memiliki masalah di hidupnya, tapi selalu ada orang yang setidaknya 1 orang yang selalu ada? Jawabannya mungkin terletak pada koneksi emosional yang kuat antara orang-orang. Orang-orang yang memiliki koneksi emosional yang kuat dengan kita cenderung akan tetap ada di samping kita meskipun kita sedang menghadapi masalah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami diri kita sendiri dan membangun koneksi emosional yang kuat dengan orang lain. Dengan demikian, kita dapat memiliki hubungan yang baik dengan orang lain dan tidak merasa sendirian meskipun kita memiliki masalah di hidup kita.

Amanda Putri Auliya, mahasiswa sastra Indonesia