Konten dari Pengguna

Menghadapi Tantangan Masa Transisi Strategi untuk Mengontrol Kedewasaan

Amanda Putri Auliya

Amanda Putri Auliya

Amanda putri auliya seorang mahasiswa yang lahir di kota Tangerang, pada tanggal 30 September 2005, biasa di panggil amanda. Saya menyukai seni.

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amanda Putri Auliya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi amarah yang memuncak (sumber:https://www.pexels.com/id-id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi amarah yang memuncak (sumber:https://www.pexels.com/id-id/)

Tumbuh dewasa tidak selalu berjalan mulus. Tantangan dan kesulitan yang dapat menghambat jalan menuju kedewasaan. Tantangan terbesar terhadap pertumbuhan adalah tekanan lingkungan. Dan sering merasakan tekanan dengan ekspetasi orang lain.

Dikutip dari Liputan6.com, Jakarta dalam masyarakat, banyak orang yang belum memahami definisi usia dewasa. Pasalnya, usia dewasa sendiri memiliki maknan yang tumpang tindih dari berbagai aspek kehidupan. Pengertian masa dewasa tidak hanya mencakup usia tetapi juga faktor lain seperti kestabilan mental, kecerdasan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Penting untuk disadari bahwa kedewasaan tidak bersifat mutlak dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Dan konsep masa dewasa bervariasi dalam konteks sosial yang berbeda dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, pengalaman hidup, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kedewasaan konsep yang relatif dan dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Oleh karena itu, dewasa tidak hanya mencakup kematangan fisik dan seksual, tetapi juga perkembangan psikologis dan sosial. Faktor-faktor seperti tanggung jawab, kemandirian, kestabilan emosi, dan kemampuan mengambil keputusan menjadi pertimbangan penting dalam mendefinisikan masa dewasa.

Pada dasarnya pengendalian diri berperan dalam adaptasi diri. Kurangnya pengendalian diri dapat mengakibatkan prilaku menyimpang. Lebih sepesifiknya, orang yang tidak mampu mengendalikan atau mengatur prilakunya tergolong memiliki tingkat pengendalian diri yang rendah.

Selama ini, kita dihadapkan pada banyak pilihan dan keputusan yang akan mempengaruhi masa depan. Dengan pendekatan yang tepat, pertumbuhan bisa menjadi perjalanan yang penuh kebahagiaan dan kepuasan. Kita dapat menggunakan tantangan sebagai sarana berkembang. Jadi dekati masa dewasa dengan optimis dan ketekunan, memanfaatkan setiap peluang yang datang untuk mencapai yang terbaik.

Amanda Putri Auliya, mahasiswa sastra Indonesia Universitas Pamulang