Konten dari Pengguna

Lockdown (1)

Amanda Setiorini W.

Amanda Setiorini W.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Mahasiswa S3 Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amanda Setiorini W. tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

9 Cara Tetap Produktif Saat Harus Bekerja di Rumah Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
9 Cara Tetap Produktif Saat Harus Bekerja di Rumah Foto: Unsplash

Gara-gara virus Corona, kita sekarang mengenal istilah lockdown. Beberapa negara lain sudah melakukan lockdown, sementara yang lain tidak. Ketika jumlah penderita Corona di Indonesia melebihi angka 100 orang, tekanan untuk lockdown menjadi semakin kuat.

Mungkin sebelum menyetujui lockdown atau tidak, kita perlu memahami dulu arti dan maknanya. Lockdown artinya menahan seseorang pada tempatnya. Biasanya istilah ini digunakan untuk penahanan terhadap penjahat. Kalau dalam kondisi Corona seperti sekarang ini, lockdown berarti menahan kita di rumah. Kita tidak bisa beraktivitas di luar rumah. Jangankan main ke mal, bekerja dan belajar yang menjadi suatu keharusan saja tidak bisa dilakukan. Belanja bahan makanan? Tentu tidak bisa.

Bekerja dan Belajar dari Rumah

Jika terjadi lockdown, ke kantor pun tidak bisa. Itu artinya kita harus siap bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah membutuhkan kesiapan banyak pihak. Pertama, adakah tempat untuk bekerja yang bebas gangguan? Mengingat semua anggota keluarga akan berada di dalam rumah, bukan tidak mungkin pekerjaan kita terganggu oleh aktivitas anggota keluarga yang lain. Misalnya oleh anak balita yang sedang bermain, atau oleh si remaja yang sedang mendengarkan musik. Video beberapa rekan kerja yang mencoba melakukan video conference dihiasi dengan pemandangan anak balita yang sedang berloncatan sebagai latar belakangnya.

Hal yang sama berlaku juga untuk siswa atau mahasiswa yang belajar di rumah: adakah tempat untuk belajar dengan tenang? Karena bagaimanapun proses belajar dan bekerja harus tetap berlangsung. Belajar dan bekerja di rumah hanya memindahkan tempat dan cara belajar. Seharusnya, waktu bekerja dan belajarnya tetap sama. Ini masalah kedua, yaitu disiplin akan waktu.

Jika di kantor bekerja 8 jam dengan waktu istirahat 1 jam, maka ketika dilakukan di rumah, porsi waktunya juga harus sama. Demikian pula belajar. Kalau setiap hari belajar 3 mata pelajaran, masing-masing 2 jam, maka di rumah pun demikian. Karena jika tidak dijaga demikian, maka porsi belajar dan bekerja yang seharusnya menjadi berkurang, dan berubah menjadi liburan karena COVID-19.

Apalagi, di rumah terbilang banyak kenyamanan yang bisa disediakan. Belajar di kamar, godaan tempat tidur sangat menyulitkan. Apalagi jika sudah lelah dan mata semakin berat… Lalu, bagaimana target pelajaran dan pekerjaan akan tercapai?

Hal ini juga yang membuat kantor dan sekolah paling kelabakan kalau lockdown terjadi. Bagaimana memastikan semua target tercapai? Ini masalah ketiga: masih berkaitan dengan disiplin yaitu disiplin terhadap target. Sedangkan yang bekerja dan belajar dalam pengawasan saja belum tentu mencapai target yang diharapkan. Apalagi jika dilepas belajar dan bekerja secara mandiri. Terutama bagi perusahaan yang menggaji kita. Mana mungkin mereka mau menggaji tanpa kita memberikan kepastian akan penyelesaian target kerja?

Next: Koneksi Internet https://bit.ly/2WwRCNt