Jalan di Deli Serdang Amblas Sedalam 20 Meter, Warga Kesulitan Akses

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Jalan provinsi ambruk di Desa Tiga Juhar, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (9/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Jalan provinsi ambruk di Desa Tiga Juhar, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (9/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Jalan di Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ambruk pada Selasa (8/9/2026). Jalan tersebut menghubungkan Desa Talun Kenas, Tiga Juhar, dan Gunung Meriah.

Pantauan kumparan di lokasi pada Rabu (9/9/2026), sebagian besar badan jalan ambruk hingga sekitar 20 meter. Warga yang melintas tampak berhati-hati karena kondisi jalan masih rawan. Alat berat juga telah dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Usman (52), pedagang ayam yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi, menceritakan saat badan jalan ambruk. Ketika kejadian, Usman sedang tidur dan terbangun setelah mendengar suara gemuruh yang terdengar seperti gempa.

Kondisi Jalan provinsi ambruk di Desa Tiga Juhar, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (9/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

“Kemarin longsornya jam 02.30 WIB. Terbangun karena kedengaran kayak suara gempa tadi, kencang. Tapi di sini tidak gempa, seperti gempa lah gitu karena benturan tadi itu kuatnya,” kata Usman saat berbincang dengan wartawan, Rabu (9/9/2026).

Usman mengatakan badan jalan tersebut telah terkikis air hujan selama sekitar dua tahun. Seiring waktu, kondisi tanah semakin turun hingga menyebabkan sejumlah pohon, seperti rambutan dan kelapa, ikut tumbang.

Lokasi jalan yang ambruk juga berada sangat dekat dengan kandang ayam dan rumah Usman. Dia khawatir rumahnya ikut terdampak jika longsor kembali terjadi.

“Sekarang akhirnya kandang pun hampir jatuh ini. Itu kan sudah habis semua penyangga kandangnya. Takut kita. Ada berapa meter lagi dekat rumah ini. Awalnya terkikis air, karena di bawah enggak ada untuk jalan (saluran) airnya. Terkikis selalu, sebenarnya kalau enggak ditanggulangi ya bisa juga rumah ini habis,” ucap Usman.

Warga Terpaksa Cari Jalan Alternatif 10 Km

Akibat jalan provinsi tersebut terputus, Usman terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan memutar hingga sekitar 10 kilometer dari Desa Kuta Jurung, Kecamatan STM Hilir.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap penghasilannya sebagai pedagang ayam. Usman mengaku pendapatannya turun drastis karena pelanggan enggan melintasi jalan yang terdampak longsor.

“Ya sudah jelas (turun penghasilan). Pokoknya dalam bulan itu sudah turun. Enggak seperti biasalah. Orang pun ya sudah malas, enggak ada jalan,” imbuh Usman.

“Puluhan juta ruginya. Aku bangun sendiri aja, dana sendiri Rp 37 juta sudah habis itu perbaiki jalan air, putus juga. Karena pas tempat kita enggak ada jalan airnya. Belum (ada diperbaiki). Masih pribadi ajalah, supaya jangan amblas. Kenyataan enggak bisa juga, akhirnya runtuh,” sambungnya.

Kondisi Jalan provinsi ambruk di Desa Tiga Juhar, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (9/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Pedagang sayur bernama Mulyana (45) juga merasakan dampak ambruknya jalan tersebut. Dia mengaku kesulitan berjualan sayur keliling karena akses utama yang biasa dilaluinya tidak dapat digunakan.

“Kami pas mau pergi belanja, kami kan jualan sayur keliling. Kami ke sini, kami tengok sudah enggak bisa jalan. Kami mutar dari Teratak,” ucap Mulyana.

Mulyana mengatakan jalur alternatif yang harus dilaluinya memiliki medan yang cukup berbahaya karena kondisi jalan sempit dan terdapat tanjakan. Dia harus memutar sekitar lima kilometer untuk menuju pasar.

“Lima kilometer ada lah. Tanjakan itunya, ke bawah lagi, naik lagi, belok lagi. Nah, tapi jalannya sempit,” imbuh Mulyana.

Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak langsung akibat ambruknya jalan tersebut.

BPBD Sebut Jalan Ambruk karena Intensitas Hujan Tinggi

Kepala BPBD Deli Serdang Mukti Ali Harahap mengatakan ambruknya jalan provinsi tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak malam hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

Kondisi tersebut menyebabkan tanah longsor di sekitar jembatan dan badan jalan yang sebelumnya telah mengalami amblas semakin terkikis.

“Longsor terjadi pada badan jalan yang sebelumnya telah mengalami amblas. Curah hujan tinggi menyebabkan badan jalan semakin terkikis hingga terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun masyarakat,” ujar Mukti.

Mukti mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan sementara dengan memasang rambu-rambu di jalur alternatif Jalan Lingkar, Desa Tiga Juhar. Jalur tersebut sebelumnya telah diperbaiki oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang.

Selain itu, BPBD menyiapkan jalur alternatif lain agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan.

“Telah disiapkan dan dipasang rambu-rambu jalur alternatif dari Desa Tanah Gara Hulu menuju Desa Kuta Jurung, guna mengarahkan masyarakat dan pengguna jalan selama akses utama belum dapat dilalui,” ucap Mukti.

Alat berat juga telah dikerahkan ke titik longsor untuk melakukan penanganan lebih lanjut.