Kapolri Ungkap 5 Isu yang Jadi Perhatian Polri: Konflik hingga AI

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada lima isu terkait perkembangan lingkungan strategis yang menjadi perhatian Polri. Isu tersebut terjadi baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan dinilai dapat berdampak terhadap situasi keamanan.

Lima isu tersebut meliputi konflik di Timur Tengah, konflik Rusia-Ukraina, perang dagang Amerika Serikat dengan Cina, perubahan iklim dan bencana alam, serta perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI).

"Kalau kita lihat memang dari situasi konstelasi lingkungan strategis, kurang lebih ada lima isu utama yang ini berdampak kepada situasi yang terjadi, baik di dunia internasional maupun di dalam negeri," kata Listyo Sigit saat memberikan materi kuliah di PKKMB UMSU, Medan, Senin (28/9).

Sigit kemudian menguraikan sejumlah isu tersebut, salah satunya konflik di Timur Tengah. Dia mengatakan eskalasi konflik di kawasan tersebut hingga kini masih belum selesai.

Sebelumnya, Amerika dan Iran bersengketa di Selat Hormuz. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi rantai logistik dan harga minyak global.

"Itu belum selesai, sekarang muncul lagi gangguan baru terkait dengan selat Bab al-Mandab. Di mana ini juga tentunya menjadi persoalan tersendiri yang kalau ini terus berkembang. Tentunya akan berdampak kepada gangguan rantai logistik dan dampaknya pasti akan berdampak pada harga-harga yang tentunya ini akan kita hadapi," ujar Listyo Sigit.

"Situasi minyak global terkait dengan situasi yang ada, ini juga saat ini mengalami dinamika fluktuatif naik turun. Saat ini sudah kembali di atas 90 barel. Minyak Brent juga di atasnya, di atas 100," lanjutnya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai memberikan Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri

Selain konflik di Timur Tengah, Listyo Sigit menyoroti perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Menurut dia, kedua negara masih berupaya melakukan gencatan senjata terkait perang tarif.

"Kemudian perang dagang Amerika-Cina. Saat ini sudah dilakukan berbagai macam pertemuan antara Xi Jinping dengan Donald Trump. Namun, saat ini masih dilakukan upaya untuk melakukan gencatan senjata terkait dengan perang tarif. Kita tahu bahwa dua negara superpower ini memiliki keunggulan masing-masing," imbuh Listyo.

Isu berikutnya yang menjadi perhatian ialah perubahan iklim dan bencana alam. Listyo Sigit menyebut kondisi tersebut saat ini mencapai puncaknya atau dikenal dengan El Nino.

El Nino, kata dia, menimbulkan dua situasi berbeda. Di satu wilayah terjadi pemanasan hingga memicu kebakaran, sementara wilayah lainnya mengalami hujan.

Seperti di Kalimantan, terjadi kekeringan cukup tinggi hingga memicu kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu situasi yang terjadi di dalam negeri.

"Tadi saya tanya Kapolda 'Bagaimana Sumatera?', Sumatera hampir hujan ya. Hujan dan bahkan ada yang banjir. Di Solok juga sama sudah ada banjir. Sementara tempat lain, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, mungkin sampai dengan November, Desember masih terjadi kekeringan yang cukup tinggi. Sehingga teman-teman berjibaku untuk menangani Karhutla. Inilah situasi yang terjadi di dalam negeri," jelas Listyo.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026). Foto: Polri

Perkembangan teknologi, khususnya AI, juga menjadi perhatian Polri. Listyo Sigit mengatakan perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan dapat dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan, termasuk transaksi narkoba dan penipuan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi.

"Kemampuan AI yang semakin meningkat dan ini harus kita sadari bahwa apabila kita tidak siap, tidak hati-hati, AI ini berkembangnya sangat luar biasa. Mereka kemudian sudah saling berinteraksi, kemudian saling mengisi, berpikir yang satu dengan yang lain tanpa perintah. Mereka kemudian bisa bekerja sendiri, autopilot. Ini yang tadinya tidak pernah kita duga, tapi sampai saat ini situasi tersebut muncul," tutur Listyo Sigit.

"Pelaku kejahatan juga selalu belajar, selalu berusaha untuk berada satu langkah lebih depan. Sehingga kemudian mereka selalu bisa melakukan modus-modus baru untuk melakukan kejahatan," sambung Listyo Sigit.

Menghadapi berbagai perkembangan tersebut, Polri melakukan penyesuaian, terutama dalam menjaga ruang digital dan mengantisipasi perkembangan modus kejahatan.

"Tentunya hal-hal tersebut menjadi permasalahan yang harus kita hadapi. Tentunya Polri juga melakukan berbagai macam penyesuaian, mulai dari melakukan upaya-upaya untuk menjaga ruang digital. Dari penguatan struktur siber, kemudian pengungkapan kasus-kasus, pemblokiran terhadap konten yang berbahaya. Bekerja sama dengan Komdigi, karena memang sekarang ini yang namanya judi online, scamming, ini terus terjadi dan korbannya juga terus bertambah, sehingga kita harus terus melakukan edukasi," pungkas Listyo.