Siswi SMP di Pematangsiantar Dirundung Teman, Disdik Sumut Turun Tangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: aslysun/Shuttterstock

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, mengatakan tidak boleh ada kekerasan di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikan setelah siswi SMP di Kota Pematangsiantar berinisial NR diduga dirundung temannya hingga mengalami luka memar di bagian mata.

"Tidak ada boleh ada kekerasan di sekolah dan di lingkungan sekolah," kata Alexander saat ditemui di kampus UMSU, Medan, Senin (28/9).

Alexander mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar untuk menindaklanjuti kasus dugaan pemukulan terhadap NR.

"Walaupun SMP kan memang di bawah pemerintah kota, tapi Dinas Provinsi akan coba proaktif. Jadi kami komunikasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar untuk tindak lanjut," ucap Alexander.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pematangsiantar menyebut persoalan NR, siswi salah satu SMP Negeri di Kota Pematangsiantar, telah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihaknya juga menegaskan bahwa peristiwa yang dialami NR bukan merupakan pengeroyokan karena hanya dilakukan oleh satu orang siswi.

Kadisdik Pematangsiantar Syaiful Rizal mengatakan, berdasarkan keterangan NR, sejumlah temannya sebelumnya kerap mengejek dirinya. Ejekan tersebut bahkan disebut sudah menyinggung nama orang tua.

Situasi kemudian berujung pada pemukulan. Pada Jumat (25/9), salah seorang siswi berinisial GLH memukul NR hingga menyebabkan bagian mata korban mengalami bengkak dan memar.

Wali kelas yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memanggil NR dan GLH untuk dimintai keterangan. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada kepala sekolah.

Pihak sekolah kemudian memberikan pertolongan kepada NR dengan melakukan perawatan awal terhadap bagian mata yang mengalami bengkak.

Pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, kepala sekolah mendatangi kediaman NR. Saat itu, keluarga NR juga bertemu dengan amangboru atau paman GLH.

"Malam itu, pihak keluarga korban serta keluarga pelaku sudah menyepakati akan melakukan penyelesaian dengan kekeluargaan," kata Syaiful dalam keterangannya, Minggu (27/9).