Viral Monyet Bergantung di Tiang dengan Rantai Pendek di Medan, Ini Kata Pemilik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Monyet Upin yang viral disebut gantung tanpa pijakan kaki di Medan, Jumat (25/9). Dok. Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Monyet Upin yang viral disebut gantung tanpa pijakan kaki di Medan, Jumat (25/9). Dok. Amar Marpaung/kumparan

Sebuah video viral memperlihatkan kondisi monyet yang bergantung pada tiang dengan tali rantai pendek di Kota Medan. Dalam narasi video tersebut, monyet itu bergantung dengan tali yang pendek selama bertahun-tahun.

Pantauan kumparan di lokasi, Jumat (25/9), tampak monyet itu bisa bergerak leluasa hingga ke bawah tiang. Sebab, tali rantai tersebut cukup panjang untuk membuat monyet bisa bergerak. Lalu, terdapat kayu yang membentang di bawah seng untuk monyet menapak kaki dan duduk.

Pemilik monyet bernama Edi (54) membantah bahwa monyet betina miliknya yang bernama Upin itu, digantung tanpa tapak kaki dan tali rantai pendek di depan rumahnya di Jalan Balai Desa, Pasar 12, Marindal II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Edi mengatakan, tali rantai itu sepanjang satu meter lebih supaya membuat monyet tersebut lebih leluasa bergerak. Di tiang tersebut juga terdapat kayu yang menjadi tapak kakinya.

"Bukan diikat kaki, itu kan takutnya lepas nanti. Kan katanya pendek, pendeknya macam mana coba? Kurang panjang lagi, bisa dipanjangin. Bukan diikat kekang kali," kata Edi saat ditemui di rumahnya, Jumat (25/9).

Monyet Upin yang viral disebut gantung tanpa pijakan kaki di Medan, Jumat (25/9). Dok. Amar Marpaung/kumparan

Menurut Edi, sebelumnya, monyet miliknya ditaruh di area belakang rumah. Namun, anak-anak di sekitar rumah mengganggu monyet miliknya. Sehingga, ia memindahkan monyetnya ke depan halaman rumah.

"Iya, dipukuli anak-anak. Nanti di belakang mana tahu, di sini kan asal diganggu, awak marah. Belakang kan enggak tahu, dipukul tahu-tahu sudah luka kepalanya. Kasihan awak," ujar Edi.

Monyet bernama Upin itu telah dirawat Edi sejak bayi. Makanan dan minuman juga diberikan setiap hari, seperti pisang maupun buah lainnya.

Monyet Upin telah berusia 4 tahun. Selama ini, monyet itu tidak pernah jatuh sakit.

"Ya terawat lho, dikasih makan kenyang. Enggak pernah lapar. Bukan enggak dirawat, makanannya pilihan. Roti, wortel, pisang, jambu, pokoknya semua segala makanan lah," ucap Edi.

Monyet Upin yang viral disebut gantung tanpa pijakan kaki di Medan, Jumat (25/9). Dok. Amar Marpaung/kumparan

Edi mengatakan, dalam video viral yang menarasikan monyet itu bergantung tanpa pijakan kaki, saat itu monyet miliknya sedang bermain. Ia pun tidak mengetahui bahwa video monyet miliknya viral.

"Iya (lagi main bergantung). Bukan karena dia dikekang. Ke bawah sampai bisa. Dia kan tiang gantung ini bisa naik ke atas, turun. Enggak betul lah (video viral itu). Mengada-ada itu, kalau enggak datang kemari, enggak tahu saya viral," imbuh Edi.

Tak hanya monyet Upin, Edi juga merawat monyet lain yang baru dibelinya saat berusia sekitar tiga bulan. Edi memberikan nama panggilan Mumu kepada monyet tersebut.

Monyet Upin itu menemani keseharian Edi sebagai tukang bengkel di rumahnya.

Saat malam hari, monyet Upin juga tidur di atas tiang tersebut. Kata Edi, tak ada yang mencuri monyet miliknya.

"Ya di sini aja tidurnya, di atas itu. Enggaklah (dicuri), mudah-mudahan motor di luar enggak apa-apa kok. Motor di luar semuanya," pungkas Edi.