Sehari di Comifuro 21: Antara Cari Merch dan Nahan Overbudget

Seorang penulis yang bersekolah di PENABUR Junior College Kelapa Gading. Saat ini, ia menduduki bangku kelas 12. Ia memiliki ketertarikan dengan menulis jurnal.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Amarissa Gavriella Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Nah, aku udah sering datang ke konvensi ala-ala anime, tetapi kali ini agak berbeda. Biasanya, aku pergi ke konvensi yang agak sepi, dengan teman-teman yang nggak terlalu ambisius. Bisa dibilang, aku tipe yang santai kalau berkaitan dengan acara-acara seperti ini. Namun, kali ini, aku pergi ke konvensi yang parah ramainya bersama dengan teman-teman ambis yang berniat untuk menghampiri hampir setiap booth yang ada. Konvensi yang kita datangi itu adalah Comifuro 21.

Menuju Hari-H Comifuro 21
Ternyata semua teman-temanku telah membuka katalog dan mencari fandom yang mereka minati. Sebenarnya, aku juga penasaran dan mau lihat-lihat, tetapi ada banyak kerjaan yang harus kukerjakan. Akhirnya, setiap hari aku sudah tidak berdaya untuk mengetik “katalog comifuro” di Google. Yah, yaudah, aku melihat teman-temanku semakin bersemangat untuk pergi ke Comifuro, selagi aku lagi mengerjakan tugas. Dengan itu, aku pergi ke Comifuro tanpa rencana yang jelas. Rencananya ya, ikut teman sampai ketemu booth yang lucu.
Pake Cosplay Atau Baju Biasa?
Kami juga memikirkan, “Apakah kita mau pakai cosplay?” Namun, melihat jadwal yang padat, dan dompet yang mulai menipis, ya, tidak perlu deh. Aku menentukan untuk menggunakan jaket model Kokomi dari Genshin Impact yang gampang dipakai, tetapi tetap lucu! Nggak kayak cosplay yang pakainya susahnya minta ampun, dan nggak terlalu casual jadi terlihat polos.
Berangkat Menuju ICE BSD
Pada tanggal 15 November 2025, aku bersama dengan empat teman dekatku berangkat dari rumah temanku pada jam 8.00 pagi dan menuju ke ICE BSD dengan mobil pribadi. Aku duduk di sebelah salah satu temanku yang sedang berusaha memakai make-up di mobil. Jago juga ya, kukira nggak bisa pakai make-up kalau lagi dalam mobil yang bergerak terus. Sambil dia menggunakan make-up, aku mendengarkan teman-temanku mendiskusikan rencana mereka jika sudah sampai di lokasi.
Antrian yang Mengular Mengelilingi Gedung
Sesampainya di situ pada jam 9.15 pagi, kami berjalan menuju pintu masuk. Akan tetapi, kami baru menyadari, ternyata kita perlu mengantri agar dapat masuk, jadi kita bergegas untuk berdiri dibelakang antrian itu. Setelah itu, salah satu staff menanyakan kepada kami, “Apakah sudah mendapatkan wristband untuk masuk?” Tentu belum, kami baru saja sampai. Ternyata, kita harus ke tempat lain di mana kita dapat mengantri lagi untuk mendapatkan wristband tersebut.
Selama mengantri, cuaca tidak terlalu ramah kepada kami. Satu saat ada angin sejuk, terus saat berikutnya, matahari ada di atasnya kepala kami. Salah satu temanku sangat tidak tahan panas. Oleh karena itu, saat dia melihat seorang penjual yang menawarkan payung, dia membelinya. Awalnya, dia agak ragu untuk mengeluarkan uang sejumlah 60 ribu hanya untuk satu payung yang kecil dan agak rapuh, tetapi payung itu membantu sekali pada cuaca panas itu. Akhirnya, jam 10.15 pagi kami berhasil masuk pintu gerbang Hall Konvensi yang dijaga oleh satpam. Sejam mengantri, apakah worth it? Mari kita cari tahu.
Menjelajahi Berbagai Booth Memesona
Kelompok kecil kami yang beranggotakan lima orang dibagi menjadi dua. Dua dari kami akan mencari merchandise Nijisanji EN, dan dua dari kami akan mencari merchandise dari berbagai macam fandom. Mereka memperbolehkan aku untuk mengikuti tim yang aku minati. Karena aku tidak terlalu tertarik dengan Nijisanji EN, aku pun pergi mengikuti tim yang mencari merch dari beragam fandom. Dengan itu, kami memulai petualangan kami dan mencar ke arah yang berbeda.
Kami memulai menjelajahi booth-booth bagian O sampai dengan bagian R terlebih dahulu. Tim yang satu lagi pergi ke booth-booth bagian A. Di sana, kami cepat-cepat menghampiri booth yang merupakan target teman-teman saya. Mereka ingin mendatangi booth tersebut agar barangnya tidak “sold out” sebelum mereka membelinya. Mereka juga perlu membeli merch yang dititipkan temannya. Pada sisi lainnya, karena aku datang tanpa rencana, aku melihat sekelilingku untuk melihat apakah ada booth yang menarik perhatianku.
Budgetnya Berapa, Kak?
Oke gini, aku nggak mau menghabiskan semua uangku. Dengan pemikiran itu, tentunya aku harus menaikkan standar. Nggak mungkin aku membeli semua barang lucu, tetapi tak mungkin juga kalau aku pulang tanpa membeli apa-apa. Apa gunanya pergi ke Comifuro dan tidak membeli apa-apa? Aku mencoba membeli gantungan kunci saja, agar dapat membatasi opsi pembelanjaan.
Mungkin kamu ada pertanyaan nih, “Budgetnya berapa, kak?” Pertanyaan yang bagus. Awalnya, aku cuman berniat untuk menghabiskan 100 ribu. Namun, kamu tahu sendiri kalau masuk ke konvensi seperti ini, dan kamu menggemari anime, merch lucu, dan fandom populer, habislah kamu. Jadi, sebenarnya aku menghabiskan berapa? Ayo, kita cari tahu!
Pembelanjaan Demi Pembelanjaan
Pertama, aku membeli gantungan kunci crochet Scaramouche dari Genshin Impact yang harganya 70 ribu dan lucu sekali!
Kedua, aku membeli gantungan kunci Raiden Shogun dari Genshin Impact juga. Harganya 35 ribu. Awalnya, aku nggak mau membeli ini, tapi dengan dorongan teman-teman, akhirnya aku beli.
Ketiga, aku membeli gantungan kunci Deltarune yang berharga 90 ribu. Lumayan mahal untuk gantungan kunci, tapi bahannya tebal dan berkualitas. Printingnya juga lumayan bagus. Warnanya juga aesthetic banget.
Keempat, dan yang terakhir, aku membeli gantungan kunci Lancer dari Deltarune seharga 45 ribu.
Refleksi: Total Pengeluaran Berapa?
Setelah event tersebut berjalan, ternyata aku menghabiskan setotal 240 ribu untuk merch pribadi di Comifuro 21. Wah, walaupun nggak sebanyak teman-temanku yang mencapai lebih dari satu juta, itu tetep melebihi rencana awal aku, sih. Sebenarnya, aku juga membelikan merch untuk beberapa teman-temanku yang tidak datang ke Comifuro pada hari itu. Jadi, total aslinya sebenarnya 450 ribu, tapi mereka sudah membayar lunas barang titipan mereka, kok.
Apakah worth it? Tentu! Mendapatkan merch lucu bareng dengan teman-teman membuat pengalaman ini sangat seru! Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah akan pergi lagi?” Jawabannya, mungkin kalau belanja lagi sih nggak, karena udah keseringan dan nanti uangku habis, huhu. Namun, sekarang teman-temanku sedang berencana untuk membuka booth di Comifuro 22. Kalau buka booth, aku mau banget, deh! Pengalaman menjadi seller kedengarannya seru tuh! Apalagi, aku juga punya hobi menggambar.
Dengan demikian, sampai jumpa di Comifuro 22!
