Mudahkah Menjadi Seorang Manajer?

A Management student at Muhammadiyah University at Yogyakarta and passionates in marketing. Always looking forward to improve myself and loved to learning by doing and capable to work in team as well. I also love to spread happiness.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Amarya Masrilah Ahmad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai mahasiswa yang memilih manajemen sebagai program studinya membuat saya berpikir, apa perbedaan manajemen dan manajer sebenarnya? Para ahli sering menginterpretasikan manajemen dari berbagai sudut pandang. Beberapa di antaranya melihat manajemen sebagai proses, pengetahuan, dan profesi.
Sebagai ilmu, manajemen tentu saja melibatkan seperangkat teori atau pengetahuan yang dirangkap menjadi suatu pendekatan ilmiah. Juga dirangkap melalui serangkaian kajian, penemuan, dan uji lapangan terhadap fakta dan data.
Pada umumnya ilmu manajemen sendiri dipelajari, diperdalam, hingga diteliti di dunia perkuliahan atau pendidikan tinggi. Ilmuwan juga selalu berusaha melakukan penelitian demi penelitian untuk mengembangkan ilmu manajemen sesuai dengan perubahan dan zaman.
Berbeda dengan manajemen sebagai ilmu, berbeda pula dengan pengertian manajemen sebagai profesi. Manajemen sebagai profesi dikenal sebagai manajer yang diimplementasikan di dunia kerja.
Walaupun kebanyakan dari mereka sudah mempelajari ilmu manajemen di bangku perkuliahan, mereka juga harus menyesuaikan ilmu dan pengetahuan tersebut dengan realitas di tempat kerja mereka.
Menjadi seorang manajer yang baik bukanlah dilihat dari seberapa baik kinerja dirinya sendiri, melainkan kinerja pegawai yang lain. Sebab, kepemimpinan manajer yang baik menjadi salah satu kunci sukses untuk meningkatkan kompetensi pegawai.
Salah satu caranya ialah dengan membiarkan pegawai bekerja dengan caranya sendiri dan berani walaupun ada risiko kegagalan. Dengan cara itu, pegawai bisa bertanggung jawab dengan pekerjaannya dan meningkatkan skill berinovasi dalam melakukan pekerjaannya.
Selain itu, dengan memberikan keleluasaan membuat keputusan sendiri dan mendorong kerja sama yang baik antar rekan kerja sehingga akan terjadi transfer pengetahuan yang akan meningkatkan kompetensi pegawai.
