Konten dari Pengguna

Membedah Horor Psikologis dari Serial Girl From Nowhere Episode 'Wonderwall'

Amazia Grace

Amazia Grace

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amazia Grace tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Poster serial Girl From Nowhere (2021) di Netflix. Sumber: Netflix
zoom-in-whitePerbesar
Poster serial Girl From Nowhere (2021) di Netflix. Sumber: Netflix
embed from external kumparan

Salah satu serial Netflix, Girl From Nowhere (2021), sempat menjadi perbincangan hangat karena karakter dan alur ceritanya yang unik. Serial ini berkisah tentang Nanno, diperankan oleh Chicha Amatayakul, seorang siswi misterius yang muncul di berbagai sekolah untuk memberikan 'karma' atas tindakan manusia. Serial ini bisa dikategorikan dalam genre horor, meskipun tidak menampilkan sosok hantu seperti serial atau film horor pada umumnya.

Mengenal Apa itu Genre dan Sub-genre di Film

Sebelum membahas lebih jauh mengenai beberapa kriteria genre horor, penting untuk memahami yang dimaksud dengan genre. Menurut Neale (1980, dalam Astuti, 2022) genre dapat dipahami sebagai serangkaian kode atau kesepakatan yang terbentuk dari pengulangan. Pada serial ini, elemen-elemen horor terlihat melalui penggambaran situasi yang mengancam, rasa takut dan kecemasan, serta dominasi oleh hal asing (Astuti, 2022). Inilah beberapa aspek yang mendukung klaim bahwa serial ini termasuk dalam genre horor.

Ilustrasi proses pembuatan film. Sumber: pexels/Martin Lopez

Saat ini, semakin banyak bermunculan ide-ide cerita yang menghasilkan berbagai sub-genre yang lebih beragam dari genre dasar yaitu aksi, drama, dan horor. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sub-genre? Sub-genre adalah variasi dari genre dasar yang ada, salah satu contohnya pada genre horor adalah munculnya sub-genre horor rural, kosmik, apokaliptik, kriminal, erotis, okultisme, psikologis, surealis, dan visceral (Prohászková, 2012 dalam Yudono, 2023).

Wonderwall Salah Satu Episode di Serial Ini

Serial ini memiliki beberapa episode dengan alur dan tema cerita yang beragam, namun karakter Nanno tetap menjadi pemeran utama. Salah satu episode pada serial ini berjudul Wonderwall. Pada episode ini, sub-genre yang paling dominan adalah horor psikologis, dimana sub-genre ini menggambarkan ketakutan individu akibat rasa bersalah, gangguan kejiwaan, dan kondisi emosional yang tidak stabil (Yudono, 2023).

Ilustrasi menonton Netflix. Sumber: pexels/cottonbro studio

Episode ini mengisahkan Bam yang diperankan oleh Morakot Liu, seorang manajer klub sepak bola sekolah. Kehadiran Nanno sebagai asisten manager yang seharusnya membantu pekerjaan Bam justru menciptakan persaingan, karena Nanno lebih disukai oleh para pemain di klub futsal tersebut. Situasi ini membuat Bam merasa tersaingi dan perlahan tidak menyukai kehadiran Nanno.

Aspek Horor Psikologis

Aspek horor pada serial ini terlihat pada karakter Nanno, yang digambarkan sebagai seseorang tidak memiliki perasaan, rasa sakit, malu dan seringkali melakukan tindakan creepy tanpa alasan yang jelas. Di sisi lain, aspek psikologis muncul pada karakter Bam, yang digambarkan sebagai sosok yang selalu khawatir tersaingi oleh orang lain, salah satunya Nanno. Kecemasan ini mendorong Bam untuk mencari cara agar dunia berjalan sesuai dengan keinginannya.

Secara tidak sengaja, Bam menemukan cara untuk mewujudkan keinginannya dengan menuliskan keresahannya di tembok toilet sekolah. Kemudian, tulisan ini secara ajaib akan terwujud pada kehidupan nyata.

Pada awalnya, Bam memanfaatkan keajaiban ini untuk mengatasi keresahannya dalam kasus-kasus kecil. Salah satunya yang dilakukan pada Nanno. Bam untuk berusaha membuat Nanno kalah darinya. Salah satunya, Bam menuliskan kutukan agar wajah Nanno rusak. Sayangnya, ketika hal itu terwujud, Nanno sama sekali tidak terpengaruh. Hal ini semakin membuat Bam marah, sehingga ia menuliskan sumpah serampah yang lebih parah dari sebelumnya.

Pada akhirnya, Bam menulis bahwa ia ingin semua orang di dunia ini menghilang, dan permohonan tersebut pun terwujud—semua orang benar-benar menghilang. Namun, keadaan ini justru seakan menjadi 'karma' bagi Bam, karena pada akhirnya ia menyadari bahwa keadaan tidak menjadi lebih baik ketika semua orang menghilang.

Kritik Sosial

Hal lain yang menjadikan serial ini unik adalah kritik sosial yang terkandung di dalamnya. Pada episode Wonderwall, terdapat kritik tentang buruknya komunikasi di lingkungan sekolah, yang tidak mendukung Bam untuk menceritakan keluh kesahnya. Ketika akhirnya Bam menemukan cara untuk menyelesaikan masalahnya dengan 'mengutuk' orang lain, tindakan ini secara tidak langsung menjadikannya sebagai sosok yang toksik dan egois. Isu ini juga mencerminkan masalah sosial yang sering dihadapi masyarakat, di mana lingkungan yang buruk dapat menjadi penyebab utama seseorang menjadi toksik dan jahat terhadap orang lain.

Sumber:

Astuti, RA Vita. (2022). Buku Ajar Filmologi: Kajian Film. Yogyakarta: UNY Press

Yudono, K. D. A. (2023). POLA UNSUR INTRINSIK DAN SUBGENRE HOROR PADA UTAS HOROR TWITTER INDONESIA TAHUN 2021: Pattern of Intrinsic Elements and Subgenres of Indonesian Horror Threads on Twitter in 2021. TOTOBUANG, 11(1).