Konten Media Partner

Cara Mengelola Bisnis dan Keuangan Keluarga

Ambonnesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Cara Mengelola Bisnis dan Keuangan Keluarga
zoom-in-whitePerbesar

Ambon,- Berutang bukan lagi hal yang lazim. Perempuan sebagai menteri keuangan dalam keluarga adakalanya keliru dalam mengupayakan pundi-pundi keuangan keluarga.

Tak jarang mereka sering berutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sayangnya, pos-pos yang harusnya diisi malah kosong lantaran aliran dana yang tidak tepat. "Kadang para ibu rumah tangga ngutang tapi untuk hal konsumtif. Bukan untuk pendanaan usaha," ujar Stella Matitaputty, Staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Maluku, kemarin (8/2).

Stella menyebut para pelaku usaha mikro di Kota Ambon harusnya bisa mengelola dana pinjaman dengan baik. Menurutnya, acap kali pinjaman tersebut malah dihabiskam untuk kebutuhan domestik, seperti sandang pangan padahal semestinya dana tersebut dapat dikelola untuk menjalankan usaha kecil mereka.

Saat ditemui pada acara 'Bijak Mengelola Keuangan Keluarga dan Usaha', dia mengingatkan para peserta tentang pentingnya menabung dan pengelolaan uang jangka panjang.

Saat ini sudah banyak lembaga keuangan yang memudahkan mereka menjalankan usaha. Penggunaan uang yang tepat demi mendapat hasil yang baik di kemudian hari. "Saat ini menabung sudah tidak harus 500 ribu. Tapi dari nominal kecil pun bisa," katanya memotivasi peserta yang moyoritas para ibu rumah tangga di Aula Gedung Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Ilustrasi keuangan  (Foto: Thinstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keuangan (Foto: Thinstock)

Dengan model investasi seperti itu, mereka tidak lagi kesulitan untuk pengembangan usaha. Kalau pun membutuhkan dana lebih, ada banyak lembaga keuangan yang membantu pinjaman atau kredit bagi usaha kecil. "Intinya pinjaman lebih dari satu pun tak masalah. Asal bisa dikelola dananya," sebut Stella.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Universitas Pattimura, Politeknik Unpatti, dan UKIM itu juga menyasar mahasiswa dan dosen.

Sementara itu Wahyoe Soedarmono HSBC-PSF Project Manager & Ekonom Sampoerna University menyebut mahasiswa juga diajak mahir mengelola keuangan sejak muda. "Nantinya mereka bisa mandiri lewat usaha usaha kecil," terangnya di sela-sela acara itu.

Mahasiswa atau anak muda kini sudah dimudahkan dengan berbagi sistem dan produk keuangan. Salah satunya melalui crowdfunding, yakni pendanaan proyek dan usaha dengan cara patungan atau ditanggulangi sejumlah orang. Cara tersebut sangat cocok bagi mereka yang bergerak di industri kreatif.

Menurutnya, saat ini segala hal sudah dimudahkan. Yang terpenting dana dapat dikelola dengan baik. Dia juga menambahkan agar lebih cermat dalam membesakan kebutuhan dan keinginan.

Priska Kwila