Konten Media Partner

Biaya Visum RSUD Tulehu Mahal, Warga Mengeluh

Ambonnesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Biaya Visum RSUD Tulehu Mahal, Warga Mengeluh
zoom-in-whitePerbesar

Ambon,- Biaya visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulehu, kabupaten Maluku Tengah dinilai cukup mahal. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Maluku perlu mengevaluasi kebijakan rumah sakit tersebut.

Anis Waisapy, salah satu warga Suli, kabupaten Maluku Tengah, merasa dirugikan dengan mahalnya biaya visum di RSUD Tulehu. Anis merupakan salah satu orang tua korban, yang membutuhkan hasil visum dokter untuk melengkapi laporan kepolisian atas kasus pemukulan yang dialami anaknya.

Sebelum dilakukan visum, Anis diwajibkan membayar biaya administrasi sebesar Rp75 ribu. Setelah visium, Anis juga diwajibkan membayar sebesar Rp200 ribu.

Besarnya biaya visum ini, kata Anis, menghambat proses penyelesaian kasus penganiayaan anaknya. Sebab, bukti visum yang harus dimasukan untuk melengkapi bukti laporan.

“Saya meminta pemerintah provinsi lewat gubernur Maluku, harus memperhatikan biaya visum di RSUD Tulehu, karena ini sangat membebankan masyarakat kecil. Saya yang ingin menuntut keadilan atas kasus pemukulan anak saya, harus membayar mahal untuk mendapat hasil visum dokter. kita ini korban yang ingin mencari keadilan tetapi justru dipersulit,” kesal Anis, Minggu (15/7).

Menurut dia, biaya visum di RSUD cukup tinggi. Padahal banyak rumah sakit swasta di Maluku yang biaya visumnya jauh dibawah itu.

Kebijakan RSUD Tulehu ini perlu dievaluasi. Jika masih dipertahankan, masyarakat kecil akan sulit melakukan visum.

“Ada beberapa rumah sakti swasta di Ambon itu harga visumnya di bawah harga visum RSUD Tulehu. Padahal, RSUD Tulehu ini kan milik pemerintah, kenapa bisa lebih mahal dari rumah sakit swasta lainnya? Semoga ini bisa dievaluasi, dan menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan DPRD. Sehingga kedepan tidak menyusahkan masyarakat,” harap Anis.

( Amar )