DPRD DKI Jakarta Kunjungi Baileo Rakyat Maluku

AMBON,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menggelar pertemuan bersama 12 Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut, dalam rangka melakukan studi banding ke Maluku tahun 2018.
“DPRD Maluku hari ini menerima kunjungan studi banding anggota DPRD dari DKI Jakarta. Ini juga bagian dari balasan kunjungan kami kesana beberapa waktu lalu,” kata Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, kepada wartawan usia memimpin pertemuan itu, Kamis 12 April 2018.
Ia mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut dibicarakan terkait dengan masalah pariwisata di Maluku, yang merupakan isu sentral untuk diperhatikan. Menurutnya, berdasarkan pernyataan para rombongan tersebut, keindahan Pulau Seribu tidak sebanding dengan karakteristik wilayah di Maluku.
“Pertemuan ini merupakan tukar pendapat, menyangkut pengelola wilayah kelautan yang menjadi destinasi wisata kedepan. Lokasi wisata Maluku sejauh ini belum diperhatikan secara menyeluruh karena masih kekurangan anggaran,” kata Edwin.
Edwin mengakui, ABPD Maluku pertahun sebesar Rp3,4 triliun sangat berbeda jauh dengan APBD DKI Jakarta yang berkisar pada 77 triliun. Hal Ini yang menjadi masalah dalam menangani pariwisata di Maluku.
“Masih banyak tempat wisata yang belum tertata dengan baik, karena faktor anggaran. Namun, saya kira meski terkendala anggaran tetapi harus ada kreatifitas dari dinas untuk mendatangkan wisatawan lewat promosi wisata ,” ujar dia.
ia juga menghimbau kepada masyarakat, untuk selalu menunjukan sikap yang baik kepada para wisatawan yang berkunjung ke Maluku khususnya di Kota Ambon. Karena keterlibatan masyarakat sangat diperlukan.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, H. Ferrial Sofyan mengatakan, dirinya sudah pernah ke Raja Empat, Labuang Bajo dan beberapa tempat lainnya. Namun setelah menginjakan kaki di Maluku dirinya sangat kagum dengan pesona alamnya.
Sofyan mengatakan, keindahan Pulau Seribu, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan keindihan alam di Maluku. Sehingga, jika dikelola dengan baik dapat memajukan daerah dari sisi pendapatan .
“Untuk pelestarian Pulau Seribu tidak terlalu baik. Hanya saja tergantung pemerintah provinsi maupun dinas terkait, untuk memaksimalkan kinerjannya nanti,” katanya.
(Nayla)
