Ini Alasan Pusat Dokumentasi Musik Nasional Dibangun di Ambon

Ambon,-Tidak lama lagi, warga Ambon tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia untuk mencari data musik musisi berdarah Maluku dan sejumlah musisi tanah air. Karena dalam tahun ini, Pusat Dokumentasi Musik (PDM) Nasional bakal dibangun di Ambon Adanya Pusat Dokumentasi Musik Nasional di Ambon yang merupakan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (BeKRAF) kepada Pemerintah Kota Ambon melalui Ambon Music Office (AMO). Hal itu bertujuan, agar generasi muda tetap mengenal jenis dan bentuk koleksi data musik zaman dulu hingga sekarang. Karena koleksi data musik saat ini hanya berbentuk digital saja. "Sekarang lagu-lagu hanya tinggal di unduh saja melalui internet, sehingga bentukan CD, Kaset, dan piringan hitam sudah mulai terlupakan. Bahkan banyak generasi sekarang yang tidak tahu bentukan piringan hitam seperti apa, dan bagaimana cara untuk memutarnya," kata Direktur Ambon Music Office, Ronny Lopies, Rabu (16/1). Menurutnya, representasi musik di Indonesia masih sangat minim. Hanya terdapat satu museum musik yakni Museum Musik Indonesia (MMI) yang berlokasi di kota Malang. "Oleh sebab itu kami bersama beberapa kementerian bersepakat untuk membuat sebuah Pusat Dokumentasi Musik Nasional dengan sistem digital yang akan berlokasi di Kota Ambon," tuturnya. Pada tahap pertama, Kota Ambon telah bekerjasama dengan MMI Malang, untuk saling membantu dalam proses pembangunan Pusat Dokumentasi Musik Nasional. "Di tahap pertama kami menyiapkan data-data untuk musisi asal Maluku, karena berlokasi di Kota Ambon. Dan pihak MMI Malang telah menyiapkan beberapa data-data musisi Maluku dan sudah sampai di Ambon," paparnya. Data-data yang telah disiapkan antara lain, 100 keping compact disk (CD), 100 buah kaset, keping piringan hitam, 100 database berbentuk digital, serta 100 katalog yang berisikan profil musisi-musisi asal Maluku. "Saat ini sedang disiapkan 100 piringan hitam musisi asal Indonesia, dengan begitu PDM juga mempermudah orang-orang untuk mencari data-data mengenai musisi di Indonesia. Karena semua tersedia di PDM Nasional, di Ambon," ungkap Ronny. Selain bertaraf Nasional, Pusat Dokumentasi Musik Nasional akan ditingkatkan menjadi taraf Pacific Sehingga akan dilengkapi dengan koleksi-koleksi musisi asal negara-negara Pasific. "Kami akan menyiapkan kurang lebih 50 piringan hitam yang berasal dari negara-negara di bagian pasific, dan targetnya pada tahun ini sudah siap. Pusat Dokumentasi Musik nantinya tidak hanya sebagai tempat yang menyediakan data-data musik, namun Ronny harapkan akan menjadi tempat belajar sejarah bagi kaum muda. "Nanti akan disediakan satu studio rekaman mini yang nantinya dapat digunakan sebagai simulasi bagi siswa-siswi yang berkunjung untuk belajar bagamaina proses perekaman lagu hingga lagu itu jadi dan dapat di dengar," tandasnya. (Tiara Salampessy)
