Konten Media Partner

Menutup Muka dengan Kain Saat Terpapar Matahari Dapat Merusak Kulit

Ambonnesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menutup Muka dengan Kain Saat Terpapar Matahari Dapat Merusak Kulit
zoom-in-whitePerbesar

Ambon,- Banyak perempuan di luar sana beranggapan, payung, topi, atau syal dapat memberi perlindungan terhadap kulit. Jawabannya, tentu tidak. Selembar kain yang membalut di kulit tetap bisa ditembus sinar matahari. Bahkan tanpa disadari benda di sekeliling kita jadi pantulan bias cahaya ke kulit. Jadi dapat dibayangkan, meski mengenakan jaket, payung dan topi, kulit tetap terpapar efek buruk sinar matahari.

”Cara menutup kulit muka dengan topi dan kain itu bukan solusi. Sebab aspal pun bisa memantulkan sinar dan bikin rusak kulit,” jelas dr Eddy Karta SpKK.

Menurut dr Eddy Karta, Tiap benda merupakan bidang pantul yang menerusakan pantulan sinar matahari dari atas. Dokter spesialis kesehatan kulit itu menambahkan, kulit wajah merupakan yang paling rentan. Sebab posisinya paling atas dan lebih dulu terkena sinar matahari, dibanding kulit leher, tangan, atau kaki.

“Efeknya bisa memunculkan flek hitam. Namun kasus flek hitam di Indonesia tidak begitu kentara secara langsung. Kasus yang jamak dialami perempuan yaitu perubahan warna kulit dan kusam,” tegasnya.

dibutuhkan perlindungan tepat bagi kulilt. Pemilihan produk kecantikan atau perawatan harus tepat. Pastikan produk terkandung vitamin B3+ yang diketehui mampu melindungi kulit dari dalam sekaligus mencerahkannya.

Zat aktif ini menjadi penghadang dari serbuan partikel yang bisa menimbulkan bekas noda di kulit hingga 20 persen. Bahkan, hasil penelitian terbaru mengungkap, 10 menit berada di luar ruangan tanpa perlindungan memicu munculnya 10 masalah kulit. Seperti noda jerawat, warna kulit tidak rata, noda sinar matahari, penggelapan kulit dan kulit kasar, masalah lainnya yakni kulit kusam, bintik hitam, kulit tidak bercahaya, kulit kering serta noda gelap.

Reporter : Priska Akwila