Minim Edukasi, Masyarakat Kerap Jadi Korban Investasi Bodong

Ambonnesia.com-Ambon,-Kasus investasi bodong kian marak terjadi pada masyarakat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat menyebutkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kerugian masyarakat akibat praktik kotor itu mencapai angka Rp 250 triliun.
Iming-iming memperoleh keuntungan besar, dengan cara singkat dan praktis menjadi penyebab masyarakat kerap tertipu. Hal itu menunjukkan tingkat literasi masyarakat pada sektor keuangan masih rendah. Apalagi modus investasi bodong semakin beragam, dan merambah hingga dunia maya.
"Kami kira peran jurnalis sangat penting dalam membantu OJK menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang literasi keuangan,” kata Kepala OJK ProvMaluku Bambang Hermanto, Selasa (19/11).
Dia mengatakan, sebenarnya masyarakat dapat dengan mudah mengenali ciri-ciri investasi bodong agar tidak teritipu.
Ciri-ciri investasi bodong antara lain, tidak memiliki jaminan, imbalan hasil di luar batas kewajaran dalam waktu singkat, tidak jelasnya struktur kepemilikan dan alamat domisili usaha.
“Kami minta supaya masyarakat waspada terhadap investasi bodong, sekarang makin banyak dengan cara menghimpun dana nasabah,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Maluku Stella M Matitaputty menambahkan, tingkat literasi keuangan yang minim menyebabkan masyarakat terjebak dalam rayuan penyedia jasa investasi. Belum lagi iming-iming keuntungan yang besar.
“Masayarakat harus diberikan peringatan agar berhati-hati dalam berinvestasi dan media massa bisa membantu menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak terjerumus,” kata Matitaputty.
