Konten Media Partner

Pasar Murah Bisa Membangun Interaksi Sosial yang Harmonis

Ambonnesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasar Murah Bisa Membangun Interaksi Sosial yang Harmonis
zoom-in-whitePerbesar

Ambon,-Gubernur Maluku, Said Assagaff, mengatakan, pasar murah, bisa menjalin komunikasi serta interaksi sosial yang harmonis dalam menjalin rasa kebersamaan di antara warga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka pasar murah yang digelar pemerintah daerah, di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Ambon, Senin (17/12).

"Pasar murah digelar khusus bagi masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya, khusus bagi umat Kristen yang akan merayakan Natal, sehingga dengan mudah bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujarnya.

Menurut dia, perhatian dan kepekaan sosial adalah terminologi yang selalu digunakan untuk menggambarkan suatu bentuk relasi di level tertentu, dengan tujuan membangun suatu hubungan yang harmonis agar lebih mantap dan berkesinambungan.

"Hubungan tersebut sering tergambar di level pemerintah dan masyarakatnya, dimana tugas pemerintah adalah melayani masyarakatnya agar semakin baik dan sejahtera," kata dia.

Dia katakan, kegiatan pasar murah yang digelar ini, juga merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam menyambut Hari-Hari Besar Keagamaan.

Dia menambahkan, tema Natal Tahun 2018 yakni “Berilah Tempat bagi Yesus dalam Rumahmu" (Lukas 2 Ayat 1-7), sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Maluku dan Nawa Cita Presiden RI, dimana hidup rukun dan damai antar sesama umat beragama dengan tetap mengedepankan semangat hidup orang basudara dalam ikatan budaya lokal pela dan gandong sebagai sistim sosial budaya masyarakat Maluku.

Hal tersebut juga disebutnya, sebagai media komunikasi, transaksi dan interaksi yang harmonis dalam menjalin rasa kebersamaan, persaudaraan yang rukun.

“Inilah konsep hakikat hidup orang basudara di Maluku yang hakiki dan sejati. Maluku harus tetap menjadi rujukan model dan desain bagi pengembangan Laboratorium Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia,” tegasnya. (Tiara Salampessy)