Konten Media Partner

Perlancar BAB dan Obati Sariawan Dengan Gayang

Ambonnesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perlancar BAB dan Obati Sariawan Dengan Gayang
zoom-in-whitePerbesar

Ambon,- Banyak yang beranggapan buah yang rasanya asam mengandung banyak vitamin C. Namun tahukah anda bahwa gayam atau inocarpus fagiferus salah satu jenis polong-polongan yang kerap membikin perut kembung adalah tumbuhan yang punya kandungan vitamin C paling tinggi.

Gayam tumbuh di daerah Tropis, di Maluku dikenal dengan sebutan gayang. Berdasarkan hasil uji laboratorium Universitas Gajah Mada pada 2010 dalam buku Rediversifikasi Pangan di Tanah Papua dibawah Kementrian Kehutanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan diketahui kandungan vitamin C dalam gayang adalah yang paling tinggi. Jumlahnya sebanyak 98,57 mg. Karena itu gayang bisa dijadikan salah satu solusi untuk sariawan.

Bila biasanya orang sering mengkonsumsi jeruk atau buah yang asam untuk mengobati sariawan, mungkin kini saatnya mencoba gayang. Kandungan vitamin yang tinggi memberi manfaat ke tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi, tak hanya vitamin, tumbuhan yang disebut Tahitian chestnut itu juga kaya serat.

Dalam satu biji gayang mengandung 1.10 milligram serat kasar. Dengan mengkonsumsi gayang, dapat membantu penyerapan gizi dalam sistem pencernaan. apalagi makanan yang kaya serat itu sangat baik dan dianjurkan untuk memperlancar buang air besar (BAB). Beruntung saat ini sedang musim gayang di Ambon. Memang jumlahnya tidak sebanyak dulu.

Bagi yang sudah tak sabar membeli, gayang bisa didapatkan di pasar atau di Gang Pos. Gayang yang dijual oleh ibu ibu dari Negeri Alang umumnya sudah direbus lebih dulu untuk menghilangkan racun saponin yang terkandung didalamnya, dan menyantapnya dengan potongan kelapa yang dijual bersamaan dengan gayang.selain direbus gayang biasanya juga sering diolah menjadi keripik. "Satu piring dijual lima ribu rupiah. Tiap hari pasti habis," kata Sophia Siwalete, seorang penjual gayang, Kamis, (15/3).

Menurutnya tiap tahun pohon gayang berbuah, antara bulan Februari hingga Maret, jumlahnya memang tidak terlalu banyak seperti dulu. Gayang yang dijual merupakan hasil panen dari dusun atau kebun milik warga Alang. "Hampir tiap orang di Alang punya pohon gayang. Pohonnya sudah ada sejak dulu," lanjut perempuan 53 tahun itu. Tiap hari dia dan sesama penjual lain memboyong satu ember gayang seberat 15 kilogram. Gayang yang dijual selalu habis, rata rata hasil jualan yang dibawa pulang sekitar Rp 300 ribu.

Ambonnesai