Konten Media Partner

Video: Warga Panik saat Gempa di Ambon karena Hoaks Tsunami

Ambonnesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berhamburan keluar gedung di kawasan Jalan Ay Patty, Ambon usai gempa (Foto: ambonnesia)
zoom-in-whitePerbesar
Warga berhamburan keluar gedung di kawasan Jalan Ay Patty, Ambon usai gempa (Foto: ambonnesia)

Ambonnesia.com-Ambon,- Aktivitas masyarakat lumpuh pascagempa mengguncang Kota Ambon, Kamis (10/10). Warga tampak panik meninggalkan gedung perkantoran maupun gedung pertokoan menyusul adanya screenshot aplikasi pendeteksi tsunami yang tersebar dengan cepat di media sosial usai gempa terjadi. Aplikasi bernama Didax Sismo itu berisi peringatan waspada tsunami di kawasan Passo, Kota Ambon.

Namun informasi tersebut dibantah Pengamat Geofisika BMKG Ambon, Teddy Dwi Riadi. Dia mengatakan, informasi tersebut tidak benar. Aplikasi itu tidak dikeluarkan secara resmi oleh BMKG.

Dia mengimbau warga agar mengakses informasi terkait gempa di situs resmi BMKG.

"Informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu bukan situs resmi BMKG," kata dia saat dikonfirmasi via telepon seluler.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy, mengatakan baru dua bangunan di Kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon yang dilaporkan rusak.

Pihaknya masih menunggu laporan dari tim BPBD yang ditugaskan di lapangan untuk mendata jumlah kerusakan akibat gempa.

“Kami belum bisa memastikan jumlah kerusakan, masih menunggu laporan dari tim kabupaten/kota,” kata Farida.

video youtube embed