KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Sulap Ruang Kosong Sekolah Menjadi Pojok Literasi

Saya merupakan mahasiswa hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Amelia Devi Rulistanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngawi, 02 Agustus 2025 – Upaya dalam meningkatkan minat baca dan menyediakan sarana untuk edukasi yang lebih memadai bagi anak-anak terus diupayakan oleh mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Bertempatan di Dusun Ingasrejo, Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mahasiswa kini menghadirkan sebuah inovasi berupa pembangunan pojok literasi yang memanfaatkan ruang kosong dengan memodifikasi sebagai tempat yang nyaman untuk membaca di TK Al-Ishlah.
Sebuah inovasi ini diambil setelah melakukan observasi dan melihat banyaknya anak-anak hingga remaja yang masih minim akan tingkat literasinya. Mahasiswa juga melihat celah kosong yang dapat dimanfaatkan sudut ruang sekolah tersebut karena memang ruang baca khusus bagi anak-anak disekolah belum tersedia. Melihat adanya potensi ini, tempat yang kosong bisa dikembangkan dan disulap menjadi sebuah area ruang belajar minimalis yang menarik, edukatif, dan nyaman.
Pembangunan pojok literasi ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang seperti rak buku, karpet yang nyaman, berbagai hiasan dinding kreatif dengan nuansa edukatif, serta koleksi buku bacaan bagi anak-anak yang bervariasi. Seluruh proses pengerjaan ini dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN dan dana yang digunakan untuk fasilitas menggunakan dana kelompok. Mahasiswa saling bergotong royong untuk menghias pojok literasi ini mulai dari penataan tata letak, perakitan rak buku, pembuatan dekorasi, menempel dekorasi, hingga penyusunan buku.
Kehadiran pojok literasi ini memiliki fungsi yang ganda, adanya pojok literasi ini dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN untuk menunjan kegiatan bimbingan belajar atau les gratis serta membuka sesi untuk membaca bersama dengan anak-anak dan remaja yang mengikuti bimbingan di Dusun Ingasrejo. Sementara itu, ketika sekolah sudah digunakan kembali setelah liburan selesai, fasilitas ini sepenuhnya dapat digunakan oleh siswa-siswi TK Al-Ishlah untuk menunjang dalam aktivitas pembejalaran sehari-hari dan bermain.
Kepala Sekolah TK Al-Ishlah juga menyampaikan apresiasinya atas inisitaif serta kepedulian yang ditunjukkan oleh mahasiswa. Menurutnya, inovasi ini memberikan sebuah suasana baru dan warna baru diruang sekolah. “Sebelumnya kami tidak punya perpustakaan karena sekolah juga tidak cukup luas, pojok baca ini sangat memberikan warna diruang kelas bagi anak-anak” ujarnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh salah satu Guru atau pengajar yang ada di TK Al-Ishlah yang menilai bahwa ide kreativitas ini sangat boleh diteruskan untuk sekolah ini. “Ini sangat membantu menciptakan pojok kelas yang baru dan warna baru, kalian boleh menambahkan hiasan apapun disini sesuai dengan keinginan kalian” tuturnya.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 34 UINSA, hadirnya pojok literasi ini disalah satu sekolah yang ada disebuah desa dapat diharapkan menjadi fasilitas yang bisa menjadi sebuah investasi jangka panjang. Gerakan ini tentu bukan sebuah gerakan yang besar, tapi mulai dari langkah kecil ini kita berharap dapat membantu membangun budaya literasi yang ada pada anak-anak mulai sejak dini. Fasilitas pojok baca ini bukan semata-mata sebuah pajangan, namun sebuah upaya kecil untuk mencerdaskan generasi penerus yang ada di Dusun Ingasrejo, Desa Beran.
Penulis: Amelia Devi Rulistanti
