Bisakah Pria dan Wanita Hanya Berteman?

mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Medan Area. Memiliki ketertarikan pada isu populer
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Amelia Christina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Dia cuma sahabat."
Kalimat itu mungkin sering kita dengar, atau bahkan pernah kita ucapkan sendiri. Tapi, semakin dipikirkan, pertanyaannya jadi sederhana sekaligus rumit
Benarkah pria dan wanita bisa benar-benar hanya berteman?
Menurut saya, jawabannya tentu bisa. Persahabatan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh rasa saling menghargai dan kepercayaan. Namun, yang sering menjadi persoalan bukan soal bisa atau tidak, melainkan apa yang terjadi ketika keduanya sudah terlalu dekat.
Semakin sering bersama, semakin banyak cerita yang dibagi, dan semakin nyaman satu sama lain, bukan tidak mungkin muncul perasaan yang awalnya tidak pernah direncanakan. Rasa nyaman perlahan berubah menjadi rasa ingin memiliki. Di titik ini, banyak orang mulai bertanya pada dirinya sendiri, "Apa aku benar-benar menganggap dia sebagai sahabat, atau sebenarnya aku sudah menyukainya?"
Sayangnya, tidak semua orang berani menjawab pertanyaan itu.
Banyak orang akhirnya memilih diam. Bukan karena perasaannya tidak cukup besar, tetapi karena mereka sadar bahwa mengungkapkan rasa suka juga berarti mempertaruhkan sebuah persahabatan. Di pikiran mereka muncul pertanyaan yang sama, "Bagaimana kalau aku menyatakan perasaanku? Kalau dia tidak merasakan hal yang sama, apakah dia akan menjauh? Apakah kami masih bisa berteman seperti biasa, atau justru persahabatan ini akan berakhir?"
Ketakutan itu wajar. Tidak ada yang ingin kehilangan seseorang yang selama ini selalu ada hanya karena satu pengakuan. Karena ini, banyak orang memilih memendam perasaannya dan tetap berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Pada akhirnya, mungkin pertanyaannya bukan lagi "Bisakah pria dan wanita hanya berteman?" Melainkan, apakah kita cukup berani menerima kenyataan bahwa terkadang perasaan bisa berubah? Tidak semua persahabatan akan berakhir menjadi cinta, tetapi tidak sedikit juga cinta yang tumbuh dari sebuah persahabatan. Dan mungkin, yang paling sulit bukanlah menyukai sahabat sendiri, melainkan memutuskan apakah perasaan itu lebih baik diungkapkan atau tetap disimpan.
