Konten dari Pengguna

Desain interior Perpustakaan Desa Wonosegoro oleh Tim KKN I UNDIP 2024/2025

Amelia Vista Br Purba

Amelia Vista Br Purba

Mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan D4 Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amelia Vista Br Purba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang –

Pada bulan Februari 2025, Amelia V. Purba, mahasiswa Tim KKN I Universitas Diponegoro 2024/2025, menjalankan sebuah program kegiatan yang sangat penting untuk mendukung pengembangan pendidikan di Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Desa ini belum memiliki perpustakaan desa, namun ada niat besar dari pemerintah desa untuk menyediakan fasilitas edukasi bagi warganya. Untuk itu, sebuah ruangan di kantor desa akan diubah menjadi perpustakaan desa, dan Amelia sebagai salah satu anggota tim KKN I Universitas Diponegoro di Desa Wonosegoro mengambil peran untuk merancang desain interiornya.

Penyerahan Desain Interior Perpustakaan Desa Wonosegoro oleh Amelia V.P. selaku Mahasiswa KKN UNDIP Tim I kepada Perangkat Desa Wonosegoro. Sumber : Dokumentasi TIM KKN I UNDIP 2024/2025

Amelia memulai kegiatan dengan melakukan survei terhadap kondisi ruangan yang akan diubah menjadi perpustakaan. Ruangan tersebut memiliki ukuran terbatas, sehingga desain interior yang dirancang harus memaksimalkan penggunaan ruang yang ada. Berikut adalah beberapa langkah yang diambil oleh Amelia dalam merancang desain interior untuk perpustakaan desa:

  1. Memanfaatkan material kayu dan warna-warna natural dan menenangkan seperti coklat dan kuning, untuk menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung kegiatan membaca

  2. Penataan rak buku yang efisien dan terorganisir, memanfaatkan ruang vertikal agar buku dapat tersusun rapi dan mudah diakses oleh pengunjung.

  3. Penyediaan furnitur ergonomis seperti meja baca yang nyaman, serta area duduk di lantai dengan bantal agar pengunjung dapat merasa santai saat membaca.

  4. Pencahayaan yang baik, dengan pemasangan lampu yang terang dan nyaman, serta memaksimalkan pencahayaan alami dari jendela agar ruangan tidak terasa gelap atau pengap.

  5. Penambahan elemen dekoratif seperti tanaman hias dan poster-poster edukatif untuk memberikan suasana yang menyenangkan dan merangsang minat baca.

Kegiatan desain interior perpustakaan desa ini merupakan kontribusi positif dari Amelia dan tim KKN I Universitas Diponegoro untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Wonosegoro. Dengan adanya perpustakaan desa yang nyaman dan menarik, diharapkan desa ini dapat membangun budaya literasi yang lebih kuat dan mendorong perkembangan pendidikan di masa depan. "Dengan perubahan ini, saya berharap perpustakaan desa Wonosegoro dapat menjadi ruang yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di desa, terutama bagi anak-anak sekolah" ujar Amelia sebagai perancang desain interior Perpustakaan Desa Wonosegoro.

Perangkat Desa Wonosegoro mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Amelia dan tim KKN I Universitas Diponegoro. “Kami sangat berterima kasih kepada tim KKN Universitas Diponegoro yang telah memberikan perhatian kepada perpustakaan desa kami. Kami berharap, dengan adanya perubahan ini, perpustakaan bisa menjadi pusat kegiatan belajar yang lebih hidup dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus meningkatkan wawasan mereka,” ujarnya.