Konten dari Pengguna

Parenting Model Dahulu vs Parenting Model Sekarang, Mana Yang Lebih Efektif?

Ameylia Putri Hariyanto

Ameylia Putri Hariyanto

Pelajar di Universitas Islam Negeri Jakarta

·waktu baca 7 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ameylia Putri Hariyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Parenting dan peran sebagai orang tua merupakan aspek penting dalam perkembangan generasi mendatang. Seiring dengan perubahan zaman, cara orang tua dalam membesarkan anak juga ikut berubah. Artikel ini membandingkan model pengasuhan anak di masa lalu dan saat ini serta mempertimbangkan mana yang lebih efektif dalam perkembangan anak dimasa kini, masa digital.

Karakteristik parenting zaman dahulu

Model parenting di masa lalu, yang berputar dan terjadi di antara tahun 80-an hingga 90-an, memiliki beberapa karakteristik khas yang mencerminkan nilai-nilai dan norma sosial pada waktu itu. Pada era ini, orang tua umumnya menerapkan pendekatan yang lebih otoriter dalam mendidik anak-anak mereka.

Image by freepik.com

Menurut penelitian oleh Soa Edu, orang tua sering kali mengandalkan kontrol ketat dan disiplin yang kuat, dengan harapan dapat membentuk karakter dan perilaku anak sesuai dengan nilai-nilai tradisional yang mereka anut. Orang tua pada masa itu cenderung menggunakan hukuman fisik sebagai metode disiplin, percaya bahwa tindakan tersebut akan mendidik anak untuk lebih patuh dan disiplin. Namun, pendekatan ini sering kali mengabaikan aspek emosional anak, yang dapat mengakibatkan dampak negatif jangka panjang pada kesehatan mental mereka.

Selain itu, komunikasi antara orang tua dan anak seringkali bersifat searah dan sang anak diharapkan untuk mengikuti jejaknya, tanpa banyak ruang untuk berdiskusi atau mengutarakan pendapatnya yang menyebabkan hal ini bertentangan dengan pendekatan modern yang lebih menekankan keterbukaan dan dialog. Berikut beberapa karakteristik menonjol dari parenting zaman dahulu:

  • Kontrol Ketat: Dilansir dari artikel SOA, orang tua cenderung menerapkan disiplin yang ketat. Pembatasan waktu bermain dan pengawasan yang intensif adalah hal yang umum. Anak-anak sering kali diharuskan untuk mematuhi aturan tanpa banyak ruang untuk berdiskusi.

  • Hukuman Fisik: Metode disiplin yang digunakan sering kali melibatkan hukuman fisik. Banyak orang tua percaya bahwa hukuman ini dapat mendidik anak untuk menjadi lebih disiplin. Namun, pendekatan ini terbukti memiliki dampak negatif jangka panjang pada kesehatan mental anak. Menurut penelitian oleh Annisa Amtari, pola interaktif orang tua-anak yang cenderung berdampak negatif pada anak mencakup sikap overprotection dan overanxiety, di mana orang tua terlalu melindungi dan khawatir berlebihan terhadap anak mereka.

  • Keterbatasan Teknologi: Pada masa itu, teknologi tidak sekompleks sekarang. Sumber informasi utama berasal dari buku dan televisi, yang membatasi cara orang tua mendidik anak-anak mereka seperti yang dilasir dari artikel milik SOA Edu.

  • Komunikasi Satu Arah: Hubungan antara orang tua dan anak biasanya bersifat searah, dengan orang tua memberikan perintah dan anak-anak diharapkan untuk mematuhi tanpa banyak pertanyaan. Dilansir dari Fimela.com, Hal ini dapat menghambat kemampuan anak untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan keterampilan komunikasi.

Karakteristik parenting zaman sekarang

Di era digital saat ini, pola pengasuhan anak sedang beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial dan teknologi yang signifikan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan akses yang lebih mudah bagi anak terhadap dunia luar, namun juga membawa tantangan baru yang harus dihadapi orang tua.

Image by tirachardz on Freepik

Studi yang dilakukan Khansa dan Satria Ardhi dari universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa orang tua masa kini sadar akan perbedaan generasi antara anak-anak yang tumbuh sebelum adanya media digital dan anak-anak yang termasuk dalam generasi digital native. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam pemahaman dan penggunaan teknologi serta mengharuskan orang tua untuk mengembangkan strategi pengasuhan yang memenuhi kebutuhan anak-anak mereka di lingkungan digital. Orang tua wajib bisa menaruh pendampingan yg efektif pada penggunaan gadget & media sosial, dan mengajarkan literasi digital supaya anak bisa menilai fakta menggunakan kritis.

Dengan pendekatan yg tepat, pengasuhan pada era digital hanya bisa meminimalkan imbas negatif menurut penggunaan teknologi, namun pula memaksimalkan keuntungannya buat perkembangan anak. Oleh karena itu, krusial bagi orang tua buat terus belajar & mengikuti keadaan menggunakan perubahan ini supaya bisa mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Berikut beberapa karakteristik yang menonjol dari parenting zaman sekarang:

  • Kemandirian dan Kreativitas: Parenting zaman sekarang lebih mendorong kemandirian anak mengikuti Pendidikan masa kini mendorong kemandirian anak, seperti yang dilansir dari artikel SOA dan portalberitaeditor.com.

  • Keterbukaan dalam Komunikasi: Komunikasi antara orang tua dan anak kini lebih terbuka. Anak-anak diajak berdiskusi tentang perasaan dan pandangan mereka, menciptakan lingkungan yang mendukung ekspresi diri. Tristania Dyah Astuti dari validnews.id mencatat bahwa pola asuh yang efektif saat ini melibatkan pendekatan komunikasi dua arah antara orang tua dan anak.

  • Penggunaan Teknologi: Dilansir dari portalberitaeditor.com, Anak-anak zaman sekarang tumbuh dalam lingkungan yang dibanjiri teknologi. Mereka memiliki akses ke perangkat digital dan media sosial, yang memungkinkan mereka terhubung dengan dunia secara global jadi orangtua seharusnya juga mengimbangi cara penggunaan teknologi, serta tak luput untuk mengawasi penggunaan teknologi sang buah hati.

Kelebihan dan kekurangan dari masing masing zaman parenting

Parenting disetiap zaman pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut kelebihan dan kekurangan dari tiap masa parenting:

Parenting zaman dahulu

Kelebihan:

  • Terstruktur dan Disiplin: Memberikan struktur, jadwal rutinitas yang jelas bagi anak-anak, membantu mereka memahami batasan, membangun diri anak menjadi lebih tegas dan lebih menghargai waktu.

  • Keamanan secara emosional: Lingkungan yang lebih terkontrol dapat menciptakan rasa aman bagi anak-anak.

  • Menjaga nilai tradisional, luhur dan budi pekerti: Mengajarkan nilai-nilai tradisional yang dapat menjadi landasan moral bagi generasi mendatang.

Kekurangan:

  • Kurangnya Kreativitas: Pendekatan otoriter dapat menghambat kreativitas dan kemandirian anak.

  • Dampak Negatif dari Hukuman Fisik: Penggunaan hukuman fisik dapat menyebabkan trauma emosional jangka panjang, bahkan seumur hidup.

  • Kurangnya Persiapan untuk Dunia Modern: Tidak mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi tantangan dunia digital yang kompleks, sehingga bisa terpengaruh nilai buruk dari era digital.

Parenting zaman sekarang

Kelebihan:

  • Mendorong aspek kemandirian: Mendorong anak untuk menjadi mandiri dan kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan.

  • Adaptasi yang efisien terhadap Teknologi: Mengajarkan anak untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat.

  • Dukungan Emosional: Menciptakan lingkungan di mana anak merasa didengar dan dihargai, meningkatkan kesehatan mental mereka.

Kekurangan:

  • Tantangan Pengawasan: Dengan banyaknya informasi di internet, orang tua mungkin kesulitan mengawasi aktivitas online anak.

  • Kecenderungan Memanjakan Anak: Ada risiko bahwa orang tua terlalu memanjakan anak demi mendapatkan cinta atau penerimaan dari mereka, serta peluang untuk sang anak kurang menghargai orangtuanya.

Mana yang lebih efektif?

Menentukan model parenting mana yang lebih efektif bukanlah hal yang sederhana. Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangan, yang bergantung pada konteks sosial, budaya, serta kebutuhan masing-masing anak.Meskipun demikian, banyak ahli berpendapat bahwa pendekatan modern lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Dengan kemajuan teknologi dan perubahan dalam nilai-nilai sosial, model parenting yang mengutamakan kemandirian, komunikasi terbuka, serta dukungan emosional dianggap lebih mampu mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era modern, penting bagi orang tua untuk mengambil pelajaran dari kedua model parenting ini. Mengadopsi elemen positif dari parenting zaman dahulu—seperti disiplin dan nilai-nilai tradisional—sambil mengintegrasikan pendekatan modern—seperti kemandirian dan keterbukaan—dapat menciptakan pola asuh yang seimbang.

Sebagaimana dikatakan oleh Socrates, "Jangan paksakan anak-anakmu mengikuti jejakmu, mereka diciptakan untuk kehidupan di zaman mereka, bukan zamanmu." Dengan demikian, orang tua perlu terus belajar dan beradaptasi agar dapat memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan anak-anak mereka di dunia yang terus berubah ini.Dengan memahami perbedaan antara parenting model dahulu dan sekarang, kita dapat membimbing generasi mendatang menuju masa depan yang lebih cerah dengan cara yang lebih efektif dan penuh kasih sayang.

Referensi

Soa. (2023, October 18). Bedanya Parenting Jaman Dulu vs Jaman Now. SOA. https://soa-edu.com/bedanya-parenting-jaman-dulu-vs-jaman-now/

Samira, M. (2024, August 29). 5 Gaya Parenting Orangtua Zaman Dulu yang Sebaiknya Tidak Diterapkan Sekarang. fimela.com. https://www.fimela.com/parenting/read/5425936/5-gaya-parenting-orangtua-zaman-dulu-yang-sebaiknya-tidak-diterapkan-sekarang

DKincai, R. (n.d.). Cara mendidik anak Zaman old vs Zaman Now | Portal Berita Editor. Portal Berita Editor. https://www.portalberitaeditor.com/cara-mendidik-anak-zaman-old-vs-zaman-now/

Annisa Amtari, . (2016) POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK SMP 243 JAKARTA (Studi Kasus Fenomena “Nongkrong” Pada Anak SMP). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

Satria.Ardhi.N. (2023, April 4). Pengasuhan di Era Digital. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/21063-pengasuhan-di-era-digital/

Menilik pergeseran pola asuh zaman dulu dan sekarang. (n.d.). https://validnews.id/kultura/menilik-pergeseran-pola-asuh-zaman-dulu-dan-sekarang

https://nu.or.id/opini/didiklah-generasi-mengikuti-kebutuhan-zamannya-pi8SO