Konten dari Pengguna

Mengapa Perusahaan Butuh Perencanaan SDM?

Aminah

Aminah

Mahasiswa Universitas Pamulang S1 Manajement

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aminah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan Bukan Cuma Butuh Banyak Karyawan, tetapi Juga Perencanaan SDM yang Tepat

Pernah nggak kita membayangkan bagaimana jadinya kalau sebuah perusahaan mendapatkan banyak pesanan, tetapi jumlah karyawannya tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan? Pekerjaan akhirnya menumpuk, karyawan harus lembur, dan pelanggan mungkin harus menunggu lebih lama. Di sisi lain, ada juga perusahaan yang memiliki banyak karyawan, tetapi pembagian tugasnya kurang jelas sehingga pekerjaan justru tidak berjalan efektif.

Menurut saya, dua situasi tersebut menunjukkan bahwa menjalankan perusahaan bukan hanya soal memiliki modal yang besar atau merekrut banyak orang. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana perusahaan merencanakan kebutuhan sumber daya manusianya.

Dalam dunia kerja, karyawan memiliki peran yang sangat penting. Sebagus apa pun strategi bisnis yang dibuat oleh perusahaan, semuanya tetap membutuhkan orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, perusahaan perlu memikirkan siapa yang dibutuhkan, berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan, serta kemampuan apa yang harus dimiliki oleh setiap karyawan.

Di sinilah perencanaan sumber daya manusia atau yang sering disebut perencanaan SDM menjadi penting.

Menurut saya, perencanaan SDM bukan sekadar kegiatan menghitung jumlah karyawan atau membuka lowongan pekerjaan ketika perusahaan sedang kekurangan tenaga kerja. Lebih dari itu, perusahaan perlu memahami kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan di masa depan.

Misalnya, sebuah perusahaan yang awalnya hanya memiliki sedikit pesanan mungkin bisa menjalankan kegiatan operasional dengan jumlah karyawan yang terbatas. Namun, ketika bisnisnya berkembang dan pesanan semakin banyak, kebutuhan tenaga kerjanya tentu bisa berubah. Kalau perusahaan tidak mempersiapkan hal tersebut sejak awal, karyawan yang ada bisa kewalahan dan pekerjaan berisiko menjadi tidak maksimal.

Sebaliknya, merekrut karyawan terlalu banyak tanpa mempertimbangkan kebutuhan juga bukan keputusan yang tepat. Perusahaan harus membayar gaji dan menanggung biaya operasional lainnya, sementara pekerjaan yang tersedia belum tentu sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang dimiliki.

Dari situ, saya melihat bahwa tujuan perencanaan SDM sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari di dunia kerja. Perusahaan perlu memastikan bahwa jumlah karyawan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan yang dimiliki karyawan cocok dengan pekerjaannya, dan setiap orang mempunyai tanggung jawab yang jelas.

Namun, menurut saya, pembahasan tentang perencanaan SDM tidak seharusnya hanya berfokus pada kepentingan perusahaan. Karyawan juga perlu mendapatkan perhatian.

Bayangkan jika seorang karyawan harus mengerjakan tugas beberapa orang sekaligus karena perusahaan kekurangan tenaga kerja. Pada awalnya, pekerjaan mungkin masih bisa diselesaikan. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, karyawan bisa merasa kelelahan, kehilangan motivasi, bahkan mengalami penurunan produktivitas.

Karena itu, perusahaan perlu melihat kondisi karyawan sebelum mengambil keputusan terkait pembagian pekerjaan. Perencanaan SDM yang baik seharusnya membantu menciptakan pembagian tugas yang lebih jelas dan beban kerja yang lebih seimbang.

Selain itu, perencanaan SDM juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkembang. Perusahaan tidak harus selalu mencari orang baru setiap kali membutuhkan keterampilan tertentu. Terkadang, karyawan yang sudah ada sebenarnya memiliki potensi untuk mempelajari hal baru, asalkan diberikan pelatihan dan kesempatan yang sesuai.

Ilustrasi perencanaan SDM untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan tujuan perusahaan. Sumber: Ilustrasi AI

Contohnya, ketika perusahaan mulai menggunakan teknologi baru untuk mendukung kegiatan operasional, karyawan perlu dibekali kemampuan agar bisa beradaptasi. Dengan begitu, perusahaan dapat memanfaatkan potensi tenaga kerja yang dimiliki, sedangkan karyawan juga memperoleh pengalaman dan keterampilan baru.

Bagi saya, hal seperti ini penting karena dunia kerja terus mengalami perubahan. Kemampuan yang dibutuhkan sekarang belum tentu sama dengan kebutuhan beberapa tahun mendatang. Perusahaan yang tidak memperhatikan perkembangan kompetensi karyawannya bisa menghadapi kesulitan ketika harus mengikuti perubahan tersebut.

Lalu, apa manfaat perencanaan SDM bagi perusahaan? Salah satu manfaatnya adalah membantu pekerjaan berjalan lebih efektif. Ketika jumlah karyawan, kemampuan, dan pembagian tugas sudah dipertimbangkan dengan baik, kegiatan operasional akan lebih mudah dikelola. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko pemborosan biaya, pekerjaan yang menumpuk, dan kesalahan akibat pembagian tugas yang kurang tepat.

Meski begitu, menurut saya, perencanaan SDM bukan sesuatu yang cukup dilakukan satu kali saja. Perusahaan perlu mengevaluasi kebutuhan tenaga kerjanya secara berkala karena kondisi bisnis bisa berubah sewaktu-waktu. Apa yang dianggap cukup hari ini belum tentu masih sesuai untuk beberapa bulan ke depan.

Perusahaan juga perlu mendengarkan karyawannya. Sebab, tidak semua persoalan di tempat kerja bisa diketahui hanya dari laporan atau angka produktivitas. Terkadang, karyawan yang menjalankan pekerjaan secara langsung justru lebih memahami kendala yang terjadi di lapangan.

Pada akhirnya, saya melihat perencanaan SDM sebagai salah satu cara perusahaan menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan kemampuan manusia yang menjalankannya. Perusahaan memang perlu mencapai target, meningkatkan produktivitas, dan mengendalikan biaya. Namun, semua itu akan lebih sulit dicapai jika karyawan tidak ditempatkan sesuai kemampuan atau terus-menerus dibebani pekerjaan yang tidak seimbang.

Perusahaan yang baik bukan hanya perusahaan yang mampu merekrut banyak karyawan, melainkan perusahaan yang tahu bagaimana menempatkan, mengembangkan, dan menghargai orang-orang di dalamnya.

Sebab, di balik setiap target dan pencapaian perusahaan, selalu ada manusia yang bekerja untuk mewujudkannya. Dan menurut saya, perencanaan SDM yang tepat adalah salah satu langkah penting agar perusahaan dan karyawannya bisa tumbuh bersama.

Ilustrasi pengembangan keterampilan dan kerja sama karyawan dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Sumber: Ilustrasi AI.