Luka Batin: Dampak Psikologis dari Bullying pada Kesahatan Mental

Ami Permata Sari
Saya adalah Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Akuntansi
Konten dari Pengguna
12 Juni 2024 7:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ami Permata Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bullying merupakan suatu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh satu kelompok secara berulang-ulang dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi individu yang menjadi korban. Perilaku ini bisa terjadi di sekolah, tempat kerja, atau dalam lingkungan sosial lainnya.
Ilustrasi stop bullying. Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/buku-catatan-notes-buku-tulis-buku-agenda-6936477/
Tindakan bullying ini bisa terjadi secara fisik ataupun non-fisik. Pelaku akan melakukan kekerasan secara fisik kepada korban, seperti menendang, memukul, dan menampar. Selain itu, bullying bisa dilakukan secara non-fisik seperti mengejek, menghina, mengucilkan korban dari kelompok atau lingkungan sosial tertentu, dan membuat mereka merasa terisolasi atau tidak diinginkan. Bullying non-fisik sering kali lebih sulit untuk diidentifikasi karena tidak meninggalkan tanda-tanda fisik yang jelas.
ADVERTISEMENT
Bullying yang dilakukan secara fisik ataupun non-fisik dapat memberikan dampak terhadap kesehatan mental dan emosional korban yang bisa sangat serius. Dampak bullying tidak hanya bagi , melainkan juga bagi pelaku. Berikut adalah beberapa dampak dari bullying:
Dampak bagi korban:
1. Masalah Kesehatan Mental: Korban bullying sering mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, stres, dan gangguan makan.
2. Penurunan Diri: Bullying dapat merusak harga diri dan kepercayaan diri korban, membuat mereka merasa tidak berharga.
3. Penurunan Prestasi Akademik: Bullying dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi korban, mengakibatkan penurunan prestasi akademik.
4. Perilaku Merugikan Diri: Beberapa korban bullying mungkin mengembangkan perilaku merugikan diri seperti penggunaan obat-obatan terlarang, minum-minuman keras berlebihan, atau bahkan percobaan bunuh diri.
ADVERTISEMENT
Dampak bagi pelaku:
1. Konsekuensi Hukum: Pelaku bullying dapat menghadapi konsekuensi hukum seperti teguran, hukuman disiplin, atau tindakan hukum jika perilaku mereka melanggar hukum
2. Dampak Psikologis: Pelaku bullying mungkin mengalami rasa bersalah, penyesalan, atau tekanan emosional sebagai akibat dari tindakan mereka.
3. Kurangnya Keterampilan Sosial: Bullying bisa menjadi indikasi bahwa pelaku kurang memiliki keterampilan sosial yang baik atau cara yang sehat untuk mengekspresikan emosi negatif mereka.
4. Isolasi Sosial: Pelaku bullying mungkin kehilangan hubungan dengan teman-teman atau reputasi yang baik di masyarakat karena perilaku mereka.
Bullying, baik itu fisik ataupun non-fisik, sama-sama berbahaya dan bisa memiliki dampak yang serius terhadap korban. Penting untuk mengambil tindakan untuk mencegah dan menangani bullying dengan serius, serta memberikan dukungan kepada korban dan memperkenalkan kesadaran tentang konsekuensi dari perilaku bullying kepada pelaku.
ADVERTISEMENT
Bullying termasuk masalah yang cukup serius karena dapat menggangu kesehatan mental sesorang. Oleh karena itu penting untuk memiliki strategi pencegahan yang efektif untuk mengatasi bullying dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Cara yang dapat dilakukan dalam menangulangi bullying adalah: kampanye anti-bullying di sekolah, Dukungan psikologis bagi korban, dan mendorong orang tua untuk berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka tentang pengalaman mereka di sekolah dan memberikan dukungan dan bimbingan.
Dengan memahami dampak psikologis yang serius dari bullying, kita dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu, di mana setiap orang dihormati dan dihargai.