Kohesivitas: Faktor Penting Penunjang Performa dalam Tim Sepak Bola

Dosen Psikologi, Universitas Negeri Padang
Tulisan dari Amin Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kohesivitas sangat dibutuhkan untuk dapat mencapai dan mewujudkan tujuan bersama, yaitu Sebuah Kemenangan.
Berbicara mengenai sepak bola artinya kita berbicara mengenai olahraga kelompok yang pastinya membutuhkan kerja sama antar anggota tim. Tujuannya tentu jelas yaitu melahirkan dan menghadirkan sebuah kemenangan bagi tim yang nantinya bermuara pada gelar juara. Lebih jauh lagi untuk mewujudkan kerja sama yang berujung prestasi atau kemenangan, setiap pemain harus menumbuhkan sebuah rasa keterikatan, kesatuan dan kekeluargaan antara pemain di dalam kelompok tersebut atau yang dikenal dengan kohesivitas dalam psikologi.
Akbar (2018) menyatakan bahwa kohesivitas tim adalah suatu keterikatan individu dengan kelompoknya, adanya rasa kesatuan dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Terdapat 2 aspek kohesivitas yaitu kohesivitas tugas dan sosial. Kohesivitas tugas adalah tingkat di mana anggota tim bekerja sama untuk mencapai tujuan yang spesifik dan dapat diidentifikasi, sementara kohesivitas sosial adalah tingkat di mana anggota tim membaur satu sama lain dan menyukai satu sama lain. Relasi yang terbentuk dalam sebuah tim antara pemain tidak hanya karena adanya kepentingan tugas tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mencoba memberikan sebuah pandangan dengan menghahdirkan sebuah foto di bawah ini.
Terdapat sebuah pertanyaan bagi pecinta dan penikmat sepak bola, Apa pendapat saudara mengenai foto di atas?
Foto di atas merupakan sebuah foto yang di unggah oleh Neymar Junior dan memperlihatkan para punggawa tim sepak bola Paris Saint Germain sedang melakukan aktivitas bersama di luar jadwal latihan atau agenda sepak bola dengan caption ''Squad Goals 100%''. Sekilas kita melihat foto tersebut terlihat sederhana, foto sekelompok orang sedang berkumpul dan nongkrong bareng. Melihat dengan makna lain yang tersirat di dalamnya, penulis mencoba berbicara dari sudut pandang psikologi dan keuntungan apa yang terdapat dari sebuah foto yang terlihat sederhana tersebut.
Jelas sekali dapat kita lihat dari foto tersebut bahwa adanya kehangatan dalam sebuah tim PSG di mana pemain mau membaur dan melakukan aktivitas bersama di luar jam latihan atau waktu yang ditentukan tim. Melihat foto dan caption di atas dapat kita telaah bahwa terjalin kohesivitas antar pemain PSG yang tentunya akan bermuara pada tercapainya tujuan bersama. Relasi seperti ini penting ada dalam sebuah tim olahraga termasuk sepak bola, karena relasi yang terjalin di luar lapangan akan dapat memberikan dampak positif terhadap kerja sama yang dilakukan di dalam lapangan.
Hal tersebut juga dapat kita lihat dari prestasi yang klub ini torehkan. Terdapat banyak sekali penelitian yang mendukung pernyataan di atas, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Carron et al. (2002) bahwa kohesivitas berdampak positif pada efektivitas kerja tim. Kohesivitas dalam sebuah tim sangat diperlukan untuk menunjang performa suatu tim dalam mencapai tujuan yaitu sebuah kemenangan bagi tim sepakbola.
Untuk itu, sangat penting rasanya bagi olahraga yang sifatnya berkelompok untuk menumbuhkan kohesivitas tim agar dapat mewujudkan sebuah prestasi dan tujuan bersama. Kohesivitas itu dapat diciptakan dan dipupuk, tergantung pada pelatih dan bagaimana pandangan psikologi olahraga berperan di dalamnya.
Referensi :
Akbar, A., & Hastjarjo, T. D. (2018). Kohesivitas Tim dan Sikap terhadap Kepemimpinan Wasit sebagai Prediktor Kecenderungan Perilaku Agresif Pemain Sepakbola. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 4(1), 42-50.
Carron, A. V., Bray, R. S., & Eys, M. A. (2002). Team cohesion and team success in sport. Journal of Sport Science, 20(2),119-126.
