Konten dari Pengguna

Sudut Pandang Khalayak Terhadap Konten Youtube

Amira Fitri HN

Amira Fitri HN

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amira Fitri HN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada era saat ini, hampir seluruh masyarakat mengenal dan menggunakan sosial media. Pengguna sosial media saat ini sangat luas cakupannya, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Tujuan penggunaan sosial media tentu beragam entah untuk kepentingan pekerjaan, Pendidikan, hiburan maupun informasi. Kemajuan teknologi saat ini membuat siapa saja bisa mendapat kesempatan berkomunikasi dengan khalayak tanpa harus melalui media televisi. Setiap orang dapat membuat konten dimedia sosial yang mereka punya untuk menarik perhatian masyarakat luas, misalnya para konten creator youtube.

Banyak sekali youtuber yang sebelumnya tidak dikenal oleh masyarakat luas namun sekarang menjadi public figure ternama. Untuk menjadi konten creator mereka harus mengerti pasar yang ingin menjadi sasaran mereka untuk berkarya. Karena khalayak juga memiliki minat yang berbeda-beda dalam mengakses media sosial. Minat masyarakat dalam menonton konten di media sosial sangat beragam, misalnya di youtube terdapat konten games, music, berita, vlog, podcast, pendidikan, dan lain-lain yang tentunya memiliki pasarnya masing-masing.

Para Youtuber yang memiliki banyak penonton dan pengikut, secara tidak langsung menarik perhatian masyarakat/khalayak dan kebanyakan memiliki dukungan dari para pengikutnya. Tidak hanya pengikut salah satu youtuber yang dapat disebut khalayak, namun semua orang yang mengakses media sosial dan menonton konten-konten para youtuber. Namun tidak semua konten creator dapat mengendalikan para pengikutnya untuk mendukung mereka, mereka yang mempunyai banyak pengikut karena hal-hal yang kontoversi dan bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat cenderung hanya dapat menggunakan jumlah pengikut untuk menaikan harga endorse, dan tidak jarang para youtuber sukses yang digemari banyak orang tapi juga memiliki banyak haters. Hal tersebut terjadi karena perbedaan sudut pandang para penonton dalam melihat isi konten.

Contohnya konten youtube Fadil Jaidi yang selalu memiliki lebih dari 1 juta penonton dalam satu hari, namun terkadang menimbulkan banyak pro dan kontra. Konten Fadil Jaidi rata-rata berisi tentang aktivitas harian dia yang senang bercanda dengan orang tuanya, khususnya ayahnya. Walaupun hal tersebut menurut Fadil sudah sering dilakukan dan tidak melewati batas, namun ada saja orang-orang yang tidak sependapat dengan Fadil dan menganggap hal tersebut terlalu berlebihan. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa sudut pandang khalayak dalam melihat konten sangat beragam. Beberapa dari mereka hanya menganggap sebagai hiburan dan candaan, namun juga ada yang menggunakan nilai-nilai sosial dan moral dalam melihat konten di youtube.

Khalayak pada saat ini mayoritas merupakan khalayak aktif, karena dapat langsung berkomentar dan memberi tanggapan tentang konten yang ia tonton. Jadi para Youtuber juga mendapatkan feedback secara langsung mengenai pesan yang ingin ia sampaikan kepada penontonnya lewat konten yang ia unggah.

Contoh selanjutnya adalah konten yang dibuat oleh Rahmawati Kekeyi Putri Cantika atau lebih dikenal dengan nama Kekeyi. Pada kemunculan pertamanya, konten yang ia buat mendapat pujian dari banyak orang. Karena dengan kepolosan, rasa percaya diri yang tinggi, dan kesederhanaannya dalam membuat konten make up yang hanya menggunakan kamera handphone dan tidak diedit. Namun seiring berjalannya waktu, akhir-akhir ini karya-karya yang diunggah di akun youtubenya menimbulkan banyak hujatan. Seperti saat Kekeyi merilis sebuah lagu berjudul “Keke Bukan Boneka,” lagu tersebut sangat viral di berbagai media sosial, tidak hanya youtube. Namun viralnya lagu tersebut menimbulkan banyak hate comment dan ratusan ribu dislike. Banyak orang yang tetap mendukung Kekeyi namun juga banyak sekali yang tidak menyukai. Berbagai alasan muncul mengapa mereka membenci konten-konten Kekeyi, sampai pada akhirnya muncul dan viral sebuah kalimat “keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang good looking”. Apapun yang dilakukan Kekeyi dianggap bertentangan dengan sudut pandang khalayak luas.

Contoh lain yang juga sangat menimbulkan pro dan kontra adalah konten youtube yang dibuat oleh akun Jurnalrisa. Konten yang berisi tentang hal-hal berbau mistis tersebut mendapatkan banyak komentar yang beragam. Ada yang percaya, ada yang menganggap hanya hiburan semata, dan ada pula yang tidak percaya sampai menuliskan kata-kata tidak sopan di kolom komentar.

Dari ketiga contoh diatas dapat disimpulkan bahwa, tidak semua khalayak dapat dikendalikan dan dibentuk. Karena nyatanya dalam membuat konten dimedia sosial, seorang konten creator tidak memiliki kewenangan dalam mengatur khalayak untuk terus menyukai konten yang mereka buat. Selalu ada sudut pandang yang beragam dari masing-masing penonton karena pasti mereka memiliki field of experience yang berbeda-beda yang akhirnya menghasilkan tanggapan yang berbeda-beda pula dalam melihat dan menangkap isi konten yang mereka tonton. Tidak hanya youtube, pada platform media sosial lain kita juga tidak dapat mengatur khalayak untuk memberikan tanggapan sesuai dengan apa yang kita inginkan.