Konten dari Pengguna

Berubah Atau Kalah Oleh Waktu

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ammar Kadafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kadang kita takut berubah, tapi tanpa sadar waktu sudah mengubah segalanya (Sumber: Pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Kadang kita takut berubah, tapi tanpa sadar waktu sudah mengubah segalanya (Sumber: Pixabay.com)

Tak sedikit di antara kita yang takut berubah, merasa ingin menyerah. Terlalu lelah menanggung duka yang seakan tak berujung, terlalu lama menanti bahagia yang tak kunjung tiba, atau dihantui penyesalan yang terus datang silih berganti. Tapi nyatanya, kita tetap bertahan. Kita masih di sini, baik-baik saja tanpanya.

Sering kali, hal buruk yang kita bayangkan tak pernah benar-benar terjadi. Bisa jadi, itu hanya ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Bahkan, siapa sangka, sesuatu yang dulu kita anggap akhir justru menjadi awal kebahagiaan?

Jangan terlalu takut dengan perubahan, sebab perubahan adalah bagian dari hidup. Seperti malam yang berganti siang, hujan yang akhirnya reda, dan perasaan yang perlahan berubah. Yang dulu hangat bisa menjadi dingin, yang dulu dekat bisa menjadi jauh. Kadang kita tertawa bersama, tapi esoknya saling diam tanpa sapa. Hidup memang seperti itu, tidak selalu bisa kita prediksi.

Kita sering kali mengucapkan sesuatu tanpa sadar, tanpa tahu bahwa kata-kata itu melukai seseorang. Lalu kita berlalu, tersenyum, seolah tak terjadi apa-apa. Sementara di sisi lain, ada hati yang diam-diam menyimpan luka.

Maka dari itu, belajarlah untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sebab, diam yang penuh makna jauh lebih berharga daripada kata-kata yang kosong.

Aku tak tahu apa yang ingin kutulis sebenarnya. Tapi satu hal yang pasti, aku ingin berubah. Berubah menjadi seseorang yang lebih baik, tanpa harus menyakiti siapa pun di sepanjang perjalananku.