Catcalling: Pelecehan Seksual yang Harus Dihentikan

Mahasiswi Politeknik Negeri Banyuwangi
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ade Febrina Syahputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa itu catcalling? Catcalling adalah salah satu bentuk pelecehan seksual yang sering terjadi di tempat umum, khususnya di pinggir jalan. Tindakan ini biasanya dilakukan oleh sekelompok anak muda laki-laki yang merasa berhak untuk memberikan lontaran perkataan yang tidak pantas kepada perempuan yang lewat. Ungkapan seperti "kiw kiw", "eh, cantik!!" atau bersiul sering kali dianggap sebagai bentuk perhatian, padahal sebenarnya itu adalah bentuk pelecehan yang merendahkan martabat perempuan.
Catcalling ini semakin mengkhawatirkan karena sering kali dianggap sebagai hal yang wajar atau biasa di kalangan anak muda. Banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa tindakan ini dapat memiliki dampak psikologis yang sangat serius bagi korban. Perempuan yang mengalami catcalling sering merasa terancam, tidak aman, dan kehilangan rasa percaya diri.
Opini Penulis
Catcalling merupakan pelecehan yang tidak bisa ditoleransi banyak dampak negatif yang didapat korban pelecehan seksual darai psikologis yang terganggu, ketidak percayaan diri, malu untuk keluar rumah, tidak nyaman
Kini catcalling telah menjadi fenomena yang dianggap wajar di masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Penting bagi kita untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran di kalangan anak muda tentang apa itu pelecehan seksual.
Bahaya catcalling dapat diedukasi melalui sosial media dengan berbagi pengalaman dan informasi kita dapat membangun kesadaran.
Fenomena catcalling kita sebagai masyarakat, harus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang, terutama bagi perempuan.
Catcalling ialah komentar merendahkan dapat berdampak besar pada kehidupan seseorang, terutama perempuan. Kita perlu mendidik generasi muda tentang pentingnya menghormati orang lain dan menyadarkan mereka bahwa catcalling bukanlah bentuk pujian, melainkan tindakan yang menyakitkan. Mari kita bersama-sama menolak perilaku ini dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman dan menghargai setiap individu.
Ade Febrina Syahputri (NIM : 362441311049)
Program Studi Agribisnis
Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Politeknik Negeri Banyuwangi
Jl.Raya Jember Km.13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, 636780 Telepon/Faks : (0333) 636780
Email : poliwangi@poliwangi.ac.id
